Solopeduli News

solopeduli

solopeduli

 

SOLOPEDULI.ORG,SURAKARTA- Klinik Solopeduli kembali mengadakan bakti sosial dan USG gratis di Klinik Rawat Inap Solopeduli, Jebres, pada Minggu (29/4), yang diikuti oleh sekitar 100 ibu hamil yang berasal dari wilayah Solo Raya.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis UNS ke 42, merupakan wujud kerja sama antara Klinik Solopeduli, UNS, dan KALOGISMA (Keluarga Besar Alumni Obstetri dan Ginekologi UNS). Ibu hamil yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, diperiksa dan melakukan USG di lima kamar yang disediakan. Sembari mengantri, para peserta mengikuti talkshow bersama dokter dengan materi kesehatan ibu hamil dan tanda bahaya kehamilan.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berjalan lancar, dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. “(Dengan mengikuti acara ini ) saya lebih mengerti tentang kehamilan, dan informasi seputar kehamilan,” tutur Lofi (23), salah satu peserta. Manajer Klinik Gratis Solopeduli, Novia Kartiningrum mengungkapkan bahwa acara bakti sosial dan USG gratis ini telah terlaksana sebanyak lima kali, dan dibatasi maksimal hanya 100 pasien saja. (ira/snw)

 

 

 

 

SOLOPEDULI.ORG,KARANGANYAR- Ambulans Gratis Solopeduli terlibat dalam pengawalan kegiatan Fun Bike Tour De Tjolomadoe 2018 di Colomadu, Karanganyar, pada Minggu (29/4)

Sebanyak 7.600 peserta dari berbagai daerah mengikuti acara yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-20 Kementerian BUMN. Sepeda santai yang menempuh jarak 20 kilometer ini melewati beberapa kawasan Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Direktur Utama BTN, Maryono.

Ambulans Gratis Solopeduli menurunkan dua armada beserta tim medis guna mengawal kegiatan tersebut, supaya berjalan lancar dan zero accident. Ambulans Gratis Solopeduli kembali dipercaya untuk sekian kalinya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. “Ambulans Gratis Solopeduli sangat kooperatif sekali, dan dapat diandalkan dalam kegiatan sosial maupun kegiatan yang bersifat massla seperti ini (Fun Bike Tour De Tjolomadoe 2018),” ungkap Vita, selaku panitia penyelenggara Fun Bike Tour De Tjolomadoe 2018. (tes/snw)

 

SOLOPEDULI.ORG,SURAKARTA – Setelah beberapa hari lalu, salah satu siswa SMK GRATIS SOLOPEDULI mendapat juara di lomba bidang kesehatan, kini SMK GRATIS SOLOPEDULI  kembali menorehkan prestasi dalam bidang non-akademik yang bertajuk keislaman di ajang SMAMCO VI yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Surakarta, Sabtu (28/4).

“Alhamdulilah, ada 3 piala yang kita bawa pulang,” ungkap Syilvia, salah satu pendamping lomba SMK Gratis Solopeduli. Ketiga piala yang diraih yaitu juara 2 lomba tahfidz yang di peroleh Luthfia Sholichah Salsabila, juara 2 lomba da’i yang diperolehh Lila Aulia, dan juara 2 lomba azan yang diperoleh Idris Kuniawan.

Lomba ini merupakan ajang tahunan yang diadakan oleh ROHIS SMA N 5 Surakarta yang diikuti oleh seluruh siswa yang berasal dari berbagai SMA/SMK/MA dan SMP/MTs se-Karesidenan Surakarta.

 “Dengan menjuarai SMAMCO ini semoga ke depannya dapat memotivasi untuk jadi hafizah internasional,” tutur Luthfia, pemenang lomba tahfiz. (smk/snw)

Monday, 30 April 2018 08:47

Ramadhanesia (Ramadhan untuk Indonesia)

SOLOPEDULI.ORG - Ramadhan kembali menyapa kita, sepantasnya kita menyambutnya dengan sukacita, begitu istimewa bulan Ramadhan bulan yang ditunggu-tunggu ummat Islam, tak hanya di Indonesia bahkan di segala penjuru dunia. Bulan dimana semua ibadah dilipatgandakan pahalanya, Allah SWT memang memberikan bonus spesial bagi hambanya untuk meraih ridhoNya.

Bulan ramadhan menjadi bulan terbaik untuk berbuat kebaikan, memperbaiki diri dan meningkatkan kesalihan. Kesalihan ini ada dua, kesalihan pribadi dan kesalihan sosial, keduanya saling melengkapi terlebih dalam moment Ramadhan. Kesalihan pribadi bersumber dari keimanan, keimanan tercermin dari kualitas iman dengan melaksanakan ibadah-ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah. Kesalihan sosial bersumber dari kasih sayang, karenanya pula tak berlebihan jika ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk saling berbagi dan peduli kepada sesama. Di sekitar kita banyak kita jumpai anak-anak yatim, orang-orang miskin serta kaum dhuafa menjadikan hari-harinya sepanjang tahun sebagai hari-hari panjang untuk berpuasa.

Ramadhan adalah bulan spesial, mari kita sambut dengan cara-cara spesial. Salah satu bekal yang harus dipersiapkan adalah harta (Persiapan Ma’aliyah). Mempersiapkan harta di bulan Ramadhan bukan berarti untuk membeli makanan yang banyak, melainkan untuk amal ibadah seperti infak/shadaqah, zakat mal maupun zakat fitrah, atau memberi makanan buka puasa untuk orang lain.

Dengan melakukan persiapan di atas semoga ibadah kita di bulan Ramahan nantinya akan lebih maksimal dan tentunya mendapat pahala dari Allah Ta’ala dan mendapatkan predikat hamba yang bertaqwa. Pada akhirnya, Selamat menyambut bulan Ramadhan 1439 H bagi umat muslim di Indonesia.

Solopeduli berupaya hadir dibeberapa wilayah di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tema yang kami angkat 'Ramadhanesia' Ramadhan untuk Indonesia. Memberikan manfaat program menjangkau wilayah pelosok Indonesia. Melalui Solopeduli kami mengajak semua elemen ummat untuk menjadikan Ramadhan di tahun ini menjadi bulan untuk berlomba lomba dalam kebaikan, siapa yang melakukan kebaikan balasan kebaikan itu akan kembali kepadamu.

(Harjito Direktur Umum Solopeduli)

Saturday, 28 April 2018 11:23

Hidup Bermasyarakat

SOLOPEDULI.ORG - Islam mengajarkan kita untuk hidup bermasyarakat, tidak mengasingkan diri atau bahkan menutup diri. Islam mendorong umatnya untuk hidup berdampingan dengan masyarakat lain secara sehat. Berikut adalah beberapa rambu-rambu yang dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat menurut pandangan islam:

1. Saling Memberi Nasihat

Saling menasihati adalah salah satu bentuk kesetiaan seorang muslim kepada saudara muslimnya yang lain. Saling menasehati bukan berarti selalu menggurui. Saling menasehati adalah kelengkapan keshalihan seseorang dalam beragama. Seorang muslim harus selalu menggunakan berbagai kesempatanuntuk saling menasehati, terlebih apabila ada saudara kita yang berbuat kurang tepat. Dan, bersedia menasehati orang awam dalam bentuk bimbingan untuk memperoleh kemaslahatan.

“(Lakukanlah) apa yang dapat kamu lakukan dan (hendaknya) kamu menasihati kepada setiap muslim.” (HR. Bukhari)

2. Jauhi Perbuatan Zalim

Rasulullah SAW berkata bahwa Allah SWT berfirman, “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan perbuatan zalim atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antaramu, maka janganlah kamu saling menzalimi.” (Muslim no. 2577)

Perbuatan zalim adalah perbuatan yang tidak disukai Allah, terlebih yang mencelakakan orang lain. Sungguh Allah melaknat perbuatan yang zalim. Jadi, dalam kehidupan bermasyarakat, sesama tetangga tidak boleh saling mencelakai, melukai, bahkan menzalimi. Karena perbuatan-perbuatan tersebut bukanlah cerminan dari umat muslim.

3. Saling Membantu Dalam Kebaikan

Abu Hurairah juga meriyaratkan hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melepaskan suatu kesusahan seroang mukmin di antara berbagai kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu di antara berbagai kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan orang yang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah itu akan selalu membantu hamba jika ia mau membantu saudaranya….” (HR. Muslim)

Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk saling membantu. Tidak hanya terbatas pada tetangga maupun saudara saja, melainkan  kepada siapa saja. Dan, saling membantu yang dimaksudkan adalah membantu dalam kebaikan, bukan justru membantu dalam kejahatan.

4. Sabar Dan Murah Hati

“Bergegaslah menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang mendermakan (hartanya) di waktu senang maupun ketika menderita, dan orang-orang yang menahan marahnya serta yang memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah itu suka kepada orang-orang yang (suka) berbuat baik.”

Setiap orang pastilah memiliki perbedaan, kita tidak dapat memukul rata bahwa semua orang itu sama. Begitupun dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus bersabar dalam menghadapi masalah maupun ketika berhadapan dengan orang lain. Karena, “Orang jagoan itu bukanlah ditentukan dengan (jagoan) gulat. Justru orang jagoan itu ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Pemaaf, Toleran, Dan Tawadhu’

Bergaul dengan masyarakat tentu tak selamanya harmonis. Kadang ada geserkan karena sesuatu hal. Dan menyimpan dendam adalah ciri pribadi yang tidak sehat dalam bergaul dengan masyarakat. Allah swt. justru mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang pemaaf. Bahkan, membalas keburukan dengan kebaikan. “Balaslah keburukan dengan cara yang baik.” (Al-Mu’minun: 96)

Tidaklah perlu untuk marah, mengancam, bahkan hingga balas dendam. Membalas keburukan dengan cara yang baik, serta selalu bertawadhu, maka Allah yang akan membalas. Karena, merendah menjadi ciri ahli surga. Siapa yang tak ingin menjadi ahli surga? Oleh sebab itu, dalam bermasyarakat tak perlulah untuk angkuh, jadilah anggota masyarakat yang pemaaf, toleran dan tawadhu.

6.  Jangan Jadi Beban Masyarakat

‘Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata, kami sembilan atau delapan atau bertujuh orang pernah berada di sisi Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Mengapakah kalian tidak berbai’at kepada Rasulullah?” Sebetulnya kami baru (beberapa hari) saja melakukan bai’at. Beliau bersabda lagi, “Mengapa kalian tidak membai’at Rasulullah?” Kami membentangkan tangan-tangan kami dan berkata, “Kami telah berbai’at kepada engkau, wahai Rasulullah, lalu atas dasar apa lagi kami mesti membai’atmu?” Rasulullah bersabda, “Kamu mesti berbai’at supaya tidak menyembah selain Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, melakukan shalat lima waktu, dan untuk mau mendengar dan mentaati.” Lalu beliau bersabda, “Janganlah kamu meminta sedikitpun kepada manusia.”

Maka aku betul-betul melihat sebagian di antara mereka -sembilan atau delapan atau tujuh orang yang berbai’at itu-ketika terjatuh cemeti salah seorang di antara mereka, ternyata ia tidak meminta kepada seseorang pun untuk mengembalikan untuknya.” (HR. Muslim)

Janganlah kita menjadi beban untuk orang lain, menggantungkan hidup kita kepada orang lain dan bukan pada Allah. Perbanyaklah berdoa, dan jangan berpuas diri karena kenikmatan sesaat saja.

Berikut di atas, adalah beberapa rambu-rambu yang dapat kita terapkan dalam berkehidupan sebagai makhluk sosial. Walau sebenarnya masih banyak lagi rambu-rambu yang dapat membuat kita menjadi masyarakat islam yang penuh berkah.

 

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Dakwatuna

 

 

Save

Solo peduli News