Saturday, 28 April 2018 11:23

Hidup Bermasyarakat

Written by 

SOLOPEDULI.ORG - Islam mengajarkan kita untuk hidup bermasyarakat, tidak mengasingkan diri atau bahkan menutup diri. Islam mendorong umatnya untuk hidup berdampingan dengan masyarakat lain secara sehat. Berikut adalah beberapa rambu-rambu yang dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat menurut pandangan islam:

1. Saling Memberi Nasihat

Saling menasihati adalah salah satu bentuk kesetiaan seorang muslim kepada saudara muslimnya yang lain. Saling menasehati bukan berarti selalu menggurui. Saling menasehati adalah kelengkapan keshalihan seseorang dalam beragama. Seorang muslim harus selalu menggunakan berbagai kesempatanuntuk saling menasehati, terlebih apabila ada saudara kita yang berbuat kurang tepat. Dan, bersedia menasehati orang awam dalam bentuk bimbingan untuk memperoleh kemaslahatan.

“(Lakukanlah) apa yang dapat kamu lakukan dan (hendaknya) kamu menasihati kepada setiap muslim.” (HR. Bukhari)

2. Jauhi Perbuatan Zalim

Rasulullah SAW berkata bahwa Allah SWT berfirman, “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan perbuatan zalim atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antaramu, maka janganlah kamu saling menzalimi.” (Muslim no. 2577)

Perbuatan zalim adalah perbuatan yang tidak disukai Allah, terlebih yang mencelakakan orang lain. Sungguh Allah melaknat perbuatan yang zalim. Jadi, dalam kehidupan bermasyarakat, sesama tetangga tidak boleh saling mencelakai, melukai, bahkan menzalimi. Karena perbuatan-perbuatan tersebut bukanlah cerminan dari umat muslim.

3. Saling Membantu Dalam Kebaikan

Abu Hurairah juga meriyaratkan hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melepaskan suatu kesusahan seroang mukmin di antara berbagai kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu di antara berbagai kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa yang memudahkan orang yang mendapatkan kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah itu akan selalu membantu hamba jika ia mau membantu saudaranya….” (HR. Muslim)

Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk saling membantu. Tidak hanya terbatas pada tetangga maupun saudara saja, melainkan  kepada siapa saja. Dan, saling membantu yang dimaksudkan adalah membantu dalam kebaikan, bukan justru membantu dalam kejahatan.

4. Sabar Dan Murah Hati

“Bergegaslah menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang seluas langit dan bumi disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang mendermakan (hartanya) di waktu senang maupun ketika menderita, dan orang-orang yang menahan marahnya serta yang memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah itu suka kepada orang-orang yang (suka) berbuat baik.”

Setiap orang pastilah memiliki perbedaan, kita tidak dapat memukul rata bahwa semua orang itu sama. Begitupun dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus bersabar dalam menghadapi masalah maupun ketika berhadapan dengan orang lain. Karena, “Orang jagoan itu bukanlah ditentukan dengan (jagoan) gulat. Justru orang jagoan itu ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Pemaaf, Toleran, Dan Tawadhu’

Bergaul dengan masyarakat tentu tak selamanya harmonis. Kadang ada geserkan karena sesuatu hal. Dan menyimpan dendam adalah ciri pribadi yang tidak sehat dalam bergaul dengan masyarakat. Allah swt. justru mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang pemaaf. Bahkan, membalas keburukan dengan kebaikan. “Balaslah keburukan dengan cara yang baik.” (Al-Mu’minun: 96)

Tidaklah perlu untuk marah, mengancam, bahkan hingga balas dendam. Membalas keburukan dengan cara yang baik, serta selalu bertawadhu, maka Allah yang akan membalas. Karena, merendah menjadi ciri ahli surga. Siapa yang tak ingin menjadi ahli surga? Oleh sebab itu, dalam bermasyarakat tak perlulah untuk angkuh, jadilah anggota masyarakat yang pemaaf, toleran dan tawadhu.

6.  Jangan Jadi Beban Masyarakat

‘Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata, kami sembilan atau delapan atau bertujuh orang pernah berada di sisi Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Mengapakah kalian tidak berbai’at kepada Rasulullah?” Sebetulnya kami baru (beberapa hari) saja melakukan bai’at. Beliau bersabda lagi, “Mengapa kalian tidak membai’at Rasulullah?” Kami membentangkan tangan-tangan kami dan berkata, “Kami telah berbai’at kepada engkau, wahai Rasulullah, lalu atas dasar apa lagi kami mesti membai’atmu?” Rasulullah bersabda, “Kamu mesti berbai’at supaya tidak menyembah selain Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, melakukan shalat lima waktu, dan untuk mau mendengar dan mentaati.” Lalu beliau bersabda, “Janganlah kamu meminta sedikitpun kepada manusia.”

Maka aku betul-betul melihat sebagian di antara mereka -sembilan atau delapan atau tujuh orang yang berbai’at itu-ketika terjatuh cemeti salah seorang di antara mereka, ternyata ia tidak meminta kepada seseorang pun untuk mengembalikan untuknya.” (HR. Muslim)

Janganlah kita menjadi beban untuk orang lain, menggantungkan hidup kita kepada orang lain dan bukan pada Allah. Perbanyaklah berdoa, dan jangan berpuas diri karena kenikmatan sesaat saja.

Berikut di atas, adalah beberapa rambu-rambu yang dapat kita terapkan dalam berkehidupan sebagai makhluk sosial. Walau sebenarnya masih banyak lagi rambu-rambu yang dapat membuat kita menjadi masyarakat islam yang penuh berkah.

 

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Dakwatuna

 

 

Save

Solo peduli News