Solopeduli News

Tuesday, 13 March 2018 14:19

Berbagi Dengan Dhuafa

Written by 

KARANGANYAR - Solopeduli menyalurkan bantuan berupa sembako dan santunan kepada dua keluarga dhuafa di Karanganyar, Senin (12/3) kemarin.

Tarso (90), tinggal seatap dengan anaknya yang lumpuh, Tumiyem (60) di rumah gubuk yang kondisinya sudah reot. Solopeduli mengunjungi rumah Tarso di Lemahbang, Jumapolo, Karanganyar, Senin (12/3) lalu, sembari memberikan bantuan berupa sembako dan santunan. Tarso bercerita, dia yang merawat Tumiyem sejak istrinya meninggal 3 tahun lalu. “Untuk keperluan sehari-hari, Pak Tarso dibantu ketiga anaknya yang tinggal berdekatan. Kondisi Tarso kini juga sedang sakit-sakitan, ia menderita batuk dan sesak nafas,” ujar perwakilan Solopeduli, Aminah. Belum lagi, ia harus merawat anaknya, Tumiyem yang sehari-hari hanya bisa berbaring di kamar dan beralaskan tanah.

Selain menyambangi keluarga Tarso, Solopeduli juga mengunjungi keluarga Mulyadi (65) yang tinggal di Tohkuning, Karangpandan, bersama istrinya, Repyoh (65). Mulyadi mengalami lumpuh dan tidak dapat beraktivitas normal, sehingga bergantung pada sang istri.

Solopeduli menyalurkan bantuan kepada para dhuafa yang sudah lanjut usia sebagai wujud kepedulian kepada sesama, khususnya kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan untuk meringankan beban mereka. (aminah/snw)

Solopeduli menyalurkan bantuan berupa sembako dan santunan kepada dua keluarga dhuafa di Karanganyar, Senin (12/3) kemarin.

Tarso (90), tinggal seatap dengan anaknya yang lumpuh, Tumiyem (60) di rumah gubuk yang kondisinya sudah reot. Solopeduli mengunjungi rumah Tarso di Lemahbang, Jumapolo, Karanganyar, Senin (12/3) lalu, sembari memberikan bantuan berupa sembako dan santunan. Tarso bercerita, dia yang merawat Tumiyem sejak istrinya meninggal 3 tahun lalu. “Untuk keperluan sehari-hari, Pak Tarso dibantu ketiga anaknya yang tinggal berdekatan. Kondisi Tarso kini juga sedang sakit-sakitan, ia menderita batuk dan sesak nafas,” ujar perwakilan Solopeduli, Aminah. Belum lagi, ia harus merawat anaknya, Tumiyem yang sehari-hari hanya bisa berbaring di kamar dan beralaskan tanah.

Selain menyambangi keluarga Tarso, Solopeduli juga mengunjungi keluarga Mulyadi (65) yang tinggal di Tohkuning, Karangpandan, bersama istrinya, Repyoh (65). Mulyadi mengalami lumpuh dan tidak dapat beraktivitas normal, sehingga bergantung pada sang istri.

Solopeduli menyalurkan bantuan kepada para dhuafa yang sudah lanjut usia sebagai wujud kepedulian kepada sesama, khususnya kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan untuk meringankan beban mereka. (aminah/snw)

Save

Solo peduli News