Solopeduli News

Thursday, 27 September 2018 14:06

Ambulan Gratis SOLOPEDULI Antar Jenazah ke Tuban

SOLOPEDULI.ORG, TUBAN - Ambulan SOLOPEDULI mengantarkan jenazah Sutrisno (67) dari Bonoloyo Mojosongo Surakarta menuju Jalan Poros Krajan, Sugihwaras, Parengan Kabupaten Tuban Jawa Timur. Almarhum Sutrisno meninggal karena sakit jantung. Merupakan tukang sapu makam Bonoloyo Mojosongo Surakarta yang meninggal di Bonoloyo. Jenazah Sutrisno diantarkan ke kampung halaman pada 23/9. Ambulan SOLOPEDULI berangkat dari Bonoloyo pukul 19.30 dan sampai Tuban pukul 23.00 WIB.

Salah satu warga Bonoloyo menyampaikan bahwa dahulu almarhum adalah seorang penarik becak di wilayah sekitar makam Bonoloyo. Almarhum Sutrisno hanya mempunyai satu anak yang telah lulus kuliah di Unisbri.

Salah satu driver ambulan SOLOPEDULI, Kirman menyampaikan Keluarga dan tetangga almarhum sangat berterimakasih kepada SOLOPEDULI yang telah membantu memulangkan jenazah Sutrisno. _”Saya sangat senang bisa membantu melayani mengantarkan jenazah Sutrisno, niat saya untuk ibadah dan bisa membantu sesama. Kemarin warga Bonoloyo kebingungan mencari ambulan karena tidak ada yg bisa melayani, Alhamdulillah ambulan SOLOPEDULI bisa melayani dengan lancar sampai tujuan,” terang Kirman kepada tim media SOLOPEDULI pada 24/9.

Direktur Fundraising SOLOPEDULI, Tri Waluyo menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulan sangat tinggi, baik itu masyarakat umum yang membutuhkan dan lebih khusus masyarakat Dhuafa yang kebingungan mencari ambulan karena keterbatasan dana. ”Salah satu yang menjadi fokus kami adalah pelayanan ambulan gratis kepada masyarakat Dhuafa. Dana zakat, infaq dan sedekah yang dititipkan melalui SOLOPEDULI disalurkan untuk membantu kaum Dhuafa baik itu pada unit layanan sosial, unit pendidikan, unit ekonomi, dan unit kesehatan baik di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Barat maupun di luar Jawa Tengah seperti di Lombok untuk bantuan logistik dan recoveri paska bencana gempa,” jelas Tri Waluyo kepada tim media SOLOPEDULI.

Image Gallery

View the embedded image gallery online at:
http://www.solopeduli.org/solopeduli-news#sigProGalleriacf1f94c9d2

SOLOPEDULI.ORG, SUKOHARJO -  Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) SOLOPEDULI mengadakan studi komparatif ke LKP Putra Perwira Kartasura Sukoharjo, Senin (24/9). LKP Putra Perwira adalah lembaga kursus yang mendapat akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional. LKP Putra Perwira memiliki beberapa program kursus seperti Komputer, Menjahit, Otomotif dan Stir mobil.

Imam Yuwono selaku direktur LKP Putra Perwira menyambut baik kedatangan SOLOPEDULI. SOLOPEDULI berdiskusi tentang kelembagaan selama kurang lebih 4 jam, terutama persoalan akreditasi program. Bapak dua anak ini juga menjabat sebagai ketua APMI (Asosiasi Pelatihan Mengemudi Indonesia) DPD Jawa Tengah. Beliau menyayangkan banyaknya jasa pelatihan ilegal, khususnya yang ada di Sukoharjo. “Di Sukoharjo sekarang sudah banyak jasa pelatihan mengemudi, namun yang resmi (berizin) masih sedikit, dari yang sedikit itu hanya sebagian kecil yang sudah terakreditasi. meski demikian mereka berani menggunakan nama LKP, LKP hanya untuk mencari peserta,” tutur Imam kepada SOLOPEDULI.

Imam menambahkan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 62 menyatakan bahwa setiap pendidikan formal dan nonformal wajib memperoleh izin pemerintah atau pemerintah daerah. Sanksi yang dikenakan berupa pidana 10 tahun atau denda paling banyak 1 milyar rupiah. Imam mengapresiasi LKP SOLOPEDULI yang mau belajar tentang legal formal lembaga dan mengurus izin sesuai peraturan yang berlaku.

Direktur program SOLOPEDULI, Wahyu Wahnuri menyampaikan permasalahan kaum Dhuafa harus segera mendapat solusi, salah satu solusinya dengan memberikan kursus dan pelatihan kerja. ”LKP SOLOPEDULI ini merupakan program rutin untuk menciptakan kerja dan memandirikan kaum Dhuafa. Salah satu wujud nyata masyarakat untuk memberikan solusi bagi permasalahan kaum Dhuafa dengan menunaikan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) melalui SOLOPEDULI, penyaluran dana ZIS dilakukan dengan proses surve ke para penerima manfaat, ini kami lakukan agar dana ZIS yang dititipkan para donatur dan masyarakat disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan dan yang berhak menerima,” jelas Wahyu kepada tim media SOLOPEDULI pada 25 /9.

Thursday, 27 September 2018 10:22

SMP N 1 Musuk Galang Dana Bagi Lombok

SOLOPEDULI.ORG, BOYOLALI - SMP Negeri 1 Musuk Boyolali melakukan penggalangan dana bagi para korban bencana di Lombok. Penggalangan dana dilakukan di SMP Negeri Musuk 1 di Jalan Pemuda No 1A Musuk Boyolali. Penggalangan dana dilakukan ke seluruh komponen Sekolah, yakni ke para siswa, guru dan karyawan sekolah pada 7/9 dan 14/9.

Kepala Sekolah Jono Trimanto menyampaikan pihaknya ikut prihatin dan empati terhadap musibah yang melanda Lombok. “Semoga dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan dengan baik, dan warga yang terkena bencana di Lombok diberikan kesabaran dalam menjalani musibah. Khusus bagi para pelajar yang terkena bencana di Lombok semoga tetap semangat dalam menuntut ilmu,” terang Jono kepada SOLOPEDULI pada 26/9.

Kepala SOLOPEDULI area Boyolali, Kusnanto menyampaikan pihaknya masih terus menggalang dana bagi bencana Lombok. ”Recoveri paska bencana memerlukan biaya yang sangat besar, bagi para donatur yang ingin membantu mereka bisa menitipkan zakat dan infaknya melalui SOLOPEDULI di Jalan Merbabu No 35 Boyolali. _”Zakat dari para donatur dan masyarakat, salah satunya kami salurkan untuk memulihkan kembali Lombok. Baik untuk kebutuhan logistik harian maupun untuk pembangunan kembali rumah mereka. Keping demi keping zakat dan infak yang kita berikan dan kita kumpulkan insya Allah akan menjelma menjadi rumah hunian sementara yang sangat mereka butuhkan, semoga zakat dan infak yang kita berikan kepada yang berhak berbuah istana di surga kelak,” jelas Kusnanto kepada tim media SOLOPEDULI pada 26/9.

SOLOPEDULI.ORG, SURAKARTA - Solopeduli Gelar Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Di Pondok Nahdhatul Muslimat

Sebanyak 91 santri pondok Nahdhatul Muslimat Jebres mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Solopeduli, pada Kamis (20/09).

Pengasuh Pondok Nahdhatul Muslimat, Ustadz Eko Purwanto (40) berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan di Pondoknya.
"Kami sangat berterimakasih kepada Solopeduli. Kami berharap pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap 2 bulan sekali pada hari Jumat saat liburan Pondok." Terang Eko pada Solopeduli.

Direktur Fundraising Solopeduli, Tri Waluyo mengatakan Solopeduli turut berperan menciptakan perilaku masyarakat yang sehat.
"Beberapa hal yang dilakukan ialah PHBS secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, Solopeduli juga tengah mengupayakan pembangunan klinik berikutnya di Desa Manang, Baki, Sukoharjo. Mohon doa dan dukungan material dari seluruh masyarakat agar Klinik tersebut lekas bisa beroperasi," terang Tri Waluyo

Image Gallery

View the embedded image gallery online at:
http://www.solopeduli.org/solopeduli-news#sigProGalleriaaf34ed84b3

Save

Solo peduli News