Solopeduli News

Wednesday, 21 February 2018 15:56

Ketekunan Asep Berbuah Rezeki

KLATEN - Lembaga Ketrampilan dan Pelatihan (LKP) Gratis Solopeduli berbagi santunan dan pemberian subsidi transportasi untuk peserta pelatihan mengemudi gratis, Kamis (15/02) lalu

Santuan diberikan kepada Asep Paryono (29) salah satu peserta pelatihan mengemudi LKP Solo Peduli berupa paket bingkisan sembako. Asep tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah kecil yang berada di kawasan Gombang RT. 02 RW. 02 Gombang, Cawas, Klaten. Mereka hanya bertiga saja sedangkan sang Ayah pun telah lama meninggal dunia.

“Terimkasih sekali mas sudah mau membantu kami terutama anak saya bisa ikut pelatihan mengemudi gratis dari LKP Solopeduli.”,ungkap ibu Asep di sudut ruangan yang nampak berdiri tegak sebatang pohon bekas sebagai penyangga rangka atap rumah mereka.

Pria tamatan sekolah kesetaraan ini sehari hari menjadi buruh serabutan membatu ibunya yang juga buruh serabutan, keduanya tidak memiliki pekerjaan tetap. Keluarga Asep tidak setiap waktu dapat makan, bahkan seringkali tidak ada sesuatu yang bisa dimakan selain biskuit kering untuk si nenek, yang jumlahnya pun tinggal sedikit. Terkadang belas kasihan dari tetangga sekitar mereka dapatkan makanan untuk dimakan.

Nenek Asep yang usianya sudah mencapai 85 tahun tersebut nampak menyambut dengan baik dan berterimakasih kepada tim yang datang. Besar harapannya, Asep dapat segera memperoleh pekerjaan dan meminta tolong pada tim LKP Solopeduli untuk mengabarkan pada Asep jika memiliki informasi lowongan pekerjaan, hal serupa juga disampaikan ibu Asep agar anaknya mendapatkan mata pencaharian tetap.

Di akhir selain paket bingkisan sembako, tim juga memberikan sejumlah uang sebagai pengganti biaya transportasi selama Asep belajar di LKP Solo Peduli. (adi/kiki)

Image Gallery

View the embedded image gallery online at:
http://www.solopeduli.org/solopeduli-news#sigProGalleria6053b13316

SURAKARTA - Dilatarbelakangi keinginan pondok untuk meningkatkan kualitas kesehatan siswa, Klinik Solopeduli mengadakan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan penularan penyakit kulit di Ponpes Nahdlotul Muslimat (NDM) Putra Pucangsawit, Jebres, Surakarta pada Sabtu, (16/02/2018)

Kurang lebih 80 santri Ponpes Nahdlotul Muslimat (NDM) cukup antusias mendengarkan penyuluhan yang disampaikan oleh dr. Annisa Inayati dari Klinik Solopeduli karena belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang materi ini sebelumnya

Menurut dr. Annisa Inayati, manfaat yang akan didapatkan jika menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah; meningkatkan kesehatan dan tidak mudah sakit, produktivitas meningkat, dan anak tumbuh sehat dan cerdas.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada Klinik Solopeduli. Ilmunya bermanfaat dan semoga bisa diadakan penyuluhan lagi dilain kesempatan" Ujar Ustadz eko selaku penyelenggara saat sambutan. (wst)

Image Gallery

View the embedded image gallery online at:
http://www.solopeduli.org/solopeduli-news#sigProGalleria50796a47f3

Sukoharjo-Kehidupan bapak Cahyo (44) tidak seberuntung orang di sekitarnya, pria parubaya ini setiap harinya berjualan makanan di Angkringannya, yang telah menjadi mata pencaharian sejak dulu.

Sejak beberapa tahun terakhir angkringan yang dimilikinya kini mengalami kebangkrutan, dan saat ini ia tak lagi berdagang, menjadi buruh lepas harus ia jalani untuk menghidupi istri dan ketiga belas anaknya, Dua diantaranya diasuh oleh sang nenek, sehingga kini bapak Cahyo bersama istri dan kesebelas anaknya. Mereka tinggal di rumah yang berukuran 4x4 meter. Rumah itupun bukan miliknya pribadi namun rumah kontrakan yang telah ia sewa dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.

Sebelumnya pak Cahyo beserta keluarganya harus berpindah dari kontrakan satu ke kos/kontrakan lainnya karena ia belum memiliki rumah pribadi. Bersama kesebelas anaknya mereka tinggal dengan kondisi seadanya. Di sisi lain Keempat anaknya tak kunjung memperoleh ijazah yang harusnya sudah menjadi milik mereka namun masih tertahan di Sekolah lantaran biaya adiministrasi belum lunas.

Tak hanya itu, saat ditemui tim Solopeduli yang pada kesempatan itu berkunjung ke rumah sederhana mereka, istri pak Cahyo mengalami ujian berupa penyakit pembengkakan kelenjar tiroid yang diidapnya lama. Sampai saat ini istri dan sekaligus ibu ketiga belas anaknya ini belum pernah memeriksakan kondisi dirinya.

“Taunya kalau saya mengalami penyakit pembekakan kelenjar tiroid ini dari teman kami yang faham tentang dunia kesehatan, namun saya belum pernah memeriksakannya ke dokter, karena tidak ada uang untuk periksa, apalagi biaya sekolah anak-anak masih “nunggak”,”ungkap ibu yang berjilbab hitam duduk bersama suami dan anak-anaknya ini.

Kini ia pun harus merawat istri dan anak-anaknya dengan tenaga ekstra disamping ia juga harus memenuhi panggilan menjadi buruh lepas ketika ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Kondisi keluarga bapak Cahyo yang sangat kompleks ini menggerakan tim Solopeduli untuk memberikan santunan bagi mereka. Pada Kamis (15/02) lalu, Bangkit Adi Wijaya perwakilan tim Solopeduli cabang Sukoharjo menyerahkan bantuan santunan hidup untuk keluarga bapak Cahyo berupa sejumlah uang untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Rasa haru dan bersyukur nampak pada raut wajah bapak tiga belas anak ini atas bantuan yang diterimanya siang itu.

Lebih lanjut Solopeduli akan terus mendampingi bapak Cahyo sebagai Kepala keluarga, agar mendapatkan bantuan jangka panjang berupa pemberdayaan skill untuk membantu perekonomiannya sekeluarga sehingga bisa memeriksakan istrinya yang sedang sakit dan melunasi tunggakan biaya sekolah anak-anaknya serta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (Mega/kiki)

Image Gallery

View the embedded image gallery online at:
http://www.solopeduli.org/solopeduli-news#sigProGalleria2a7d1ce3c8

Sukoharjo - Hidup dalam kondisi yang serba kekurangan tak menyurutkan tekad dan semangat untuk meneruskan kehidupan. Namun harapan yang begitu besar dalam jiwa keempat anak ini sedikit terkikis setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Seakan tiada lagi yang dapat mereka usahakan agar cita-cita memiliki kehidupan yang lebih baik dapat terwujud.

Dialah Maya Agustina (15) dan Putut Purnomo (11) beserta 2 kakaknya mereka terlahir sebagai empat bersaudara. Mereka tinggal di rumah sederhana yang merupakan program “Rumah harapan” dari Pemkab Sukoharjo, yang berada di Bangsari Gede Rt 02 Rw 07 desa Kriwen, kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.

Kakak pertama telah bekerja sebagai buruh di sebuah Pabrik swasta Sukoharjo sedangkan aktivitas sehari-hari kakak keduanya ialah membantu tukang bangunan. Dengan penghasilan pas-pasan yang mereka peroleh hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari seperti makan dan kebutuhan pokok saja, sehingga tidak cukup untuk biaya pendidikan Maya Agustina kelas X SMK dan adik bungsunya yakni Putut Purnomo yang masih duduk di bangku SD.

Menurut pantauan tim SOLOPEDULI yang berkesempatan silaturahmi ke rumah mereka, terkadang tetangga sekitar memberikan makanan untuk disantap keempat anak almarhum Bapak Kayadi dan Ibu Tuminah ini.

Kadang ada tetangga yang datang ke rumah kami untuk memberikan makanan agar kami bisa makan dan tidak kelaparan,”tutur Maya

Saat kunjungannya pada Rabu (14/02) lalu, Mega Nurjanah Kepala Solopeduli area Sukoharjo beserta tim disambut hangat oleh tokoh masyarakat disana. Tim Solopeduli menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang untuk biaya kehidupan mereka dan paket bingkisan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari empat anak tersebut.

Lebih lanjut Mega juga menambahkan Solopeduli akan mendampingi kondisi keempat anak ini secara berkala mengingat keterbatasan kondisi yang mereka alami. Selain itu tokoh masyarakat setempat juga berharap agar pendidikan mereka tidak terputus meski dalam kondisi seadanya, karena pihaknya melihat semangat yang kuat untuk maju pada diri anak-anak tersebut dan para tokoh siap membantu dalam mendukung warganya. (mega/kiki)

Image Gallery

View the embedded image gallery online at:
http://www.solopeduli.org/solopeduli-news#sigProGalleria77ac6f6d06

Save

Save

Solo peduli News