solopeduli

solopeduli

Saturday, 21 April 2018 13:50

Kartini, Pejuang Pendidikan Kaum Perempuan

SOLOPEDULI.ORG - Siapa yang tak mengenal Kartini, sosok pahlawan perempuan Indonesia yang memperjuangkan nasib perempuan Indonesia kala itu. Kartini tidak berjuang dalam perang melawan penjajah seperti Cut Meutia. Namun, RA Kartini lebih memperjuangkan kaum perempuan pribumi yang tidak diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Ia berjuang dengan mendirikan sekolah gratis khusus perempuan, juga melalui tulisan yang ia tulis kepada temannya yang berada di Belanda. Dari surat-surat itulah, awal mulai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Kartini, adalah sosok yang ingin memajukan perempuan Indonesia supaya memiliki hak mendapatkan pendidikan sama halnya dengan laki-laki. Kartini, juga merupakan sosok yang senang berkawan, namun larangan-larangan dari pihak keluarga membuatnya mengalami hambatan untuk bergaul luas, bahkan untuk menimba ilmu.

Ketika, ia sudah lulu ELS (sekolah setingkat sekolah dasar pada waktu itu), Kartini harus rela dipingit oleh kedua orangtuanya sampai menjelang ia menikah. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Kartini untuk terus berjuang untuk perempuan-perempuan pribumi. Ia mendirikan sekolah gratis untuk perempuan, sekolah yang mengajari cara menjahit, menyulam dan sebagainya. Bahkan, Kartini sempat mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Belanda, ia berniat belajar sebagai pendidik yang lebih baik sehingga dapat mendidik perempuan-perempuan Indonesia dengan cara yang lebih baik pula. Namun lagi-lagi, ia terhalang restu orang tua, yang akhirnya membuat ia harus dinikahkan dengan bupati Rembang saat itu, Raden Adipati Joyodiningrat.

Tak mau menyerah walau sudah menikah, Kartini masih berjuang di jalannya. Ia banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar, dan membaca buku-buku tentang kemajuan perempuan-perempuan Eropa. Ia juga kembali mendirikan sekolah perempuan di Rembang, juga masih sering bersurat dengan sahabat-sahabatnya di Belanda mengenai pemikiran-pemikirannya untuk memajukan perempuan di Indonesia.

Sosok Kartini memberikan kita pencerahan, betapa pentingnya ilmu dan pengetahuan. Tidak hanya terbatas pada kaum adam saja, kaum hawa juga berhak menuntut ilmu. Tak peduli berapa usia, semua bukan alasan untuk tidak memperoleh pendidikan. Kondisi masyarakat Indonesia yang pada saat itu masih memegang teguh adat Jawa, di mana seorang perempuan tidak dibebaskan keluar rumah.

Dalam Islam, menuntut ilmu ialah kewajiban. Tidak berbatas untuk kaum adam saja, atau bangsawan saja. Semua orang islam diperbolehkan menuntut ilmu, bahkan sampai negeri China sekalipun. “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki, maupun muslim perempuan.” (HR. Ibnu Abdul Barr)

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka wajib bagunya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib bagunya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu.” (HR. Tirmidzi)

Perjuangan Kartini, menjadi salah satu contoh yang nyata, betapa mencari ilmu dahulu tak semudah sekarang. Zaman sekarangpun, masih ada saudara-saudara kita yang terjebak dalam keadaan yang membuat mereka tidak bisa mengenyam pendidikan.

Semoga dapat bermanfaat dan menumbuhkan semangat untuk kita dalam mencari ilmu. Selamat memperingati Hari Kartini.

 

Referensi: Kumparan

 

 

SOLOPEDULI.ORG,BANJARNEGARA - Tim SIGAB SOLOPEDULI menerjukan enam personil relawan untuk membantu  korban gempa di Banjarnegara pada Jumat (20/4).

Tim SIGAB tiba di posko Desa Sidakangen Jumat pagi, dan langsung mengikuti apel bersama seluruh jajaran TNI POLRI dan relawan lain. Selepas apel, relawan dan petugas meluncur ke lokasi gempa di Dusun Plorengan untuk melakukan evakuasi rumah roboh. Selain melakukan evakuasi bangunan, Tim SIGAB juga menyalurkan bantuan kepada para korban gempa di posko pengungsian dan ke beberapa warga yang sedang berada di rumah mereka untuk menyelamatkan barang yang masih dapat digunakan.

“Terima kasih untuk SOLOPEDULI yang telah membantu kami yg jauh-jauh dari Kota Solo, semoga amal kebaikan dibalas oleh Allah,” ujar salah satu korban gempa, Heri (49) asal Dusun Kebakalen. Dusun Kebakalen merupakan salah satu lokasi terparah di Kecamatan Kalibening akibat gempa yang terjadi Rabu (18/4) lalu. Sampai saat ini, sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian sembari menunggu bantuan dari pemerintah dan relawan. (nurudin/snw)

Friday, 20 April 2018 13:38

Kisah Jenaka Nu’aiman

SOLOPEDULI.ORG - Bercanda atau tertawa bukanlah hal yang dilarang dalam Islam. Asalkan candaan serta tertawanya tidak berlebihan, karena Allah tidak menyukai yang berlebihan. Rasulullah pun juga suka bercanda dan tertawa sekadarnya. Pernah ada sahabat Rasulullah yang orangnya jahil, Nu’aiman namanya.

Rasul selalu tertawa mendengarkan kisah dari Nu’aiman dan Suwaibith. Dikisahkan, suatu ketika Nu’aiman dan Suwaibith dengan Abu Bakar dalam khalifah berdagang ke Negeri Busra. Suwaibith ditugaskan untuk mengurusi perbekalan. Singkat cerita, mereka berdua ditinggal oleh Abu Bakar karena adanya urusan.

Tinggallah mereka berdua di lapak dagang, dan tiba-tiba Nu’aiman meminta makanan kepada Suwaibith karena lapar. Namun, Suwaibith tidak memberi, dan memintanya untuk menunggu Abu Bakar kembali terlebih dahulu. Nu’aiman kesal dan pergi ke para pedagang budak.  Nu’aiman menawarkan seorang budak yang gagah, tampan dan rajin, siapa lagi kalau bukan Suwaibith. Para pedagang budakpun merasa tertarik. “Tapi budak yang satu ini pintar bicara, mungkin saja nanti dia bilang dia merdeka. Kalian jangan terpengaruh, ikat saja kalau perlu, harganya 10 ekor unta,” ujar Nu’aiman. Para pedagang budak setuju. Bergegaslah Nu’aiman ke lapak membawa 10 ekor unta dengan para pedagang budak itu.

“Kami telah membelimu!” sontak para pedagang budak itu, membuat Suwaibith terkejut. Dia mengelak dan mengatakan dirinya adalah orang yang merdeka. Namun, para pedagang budak itu tidak menghiraukan dan mengikatnya.

Ketika Abu Bakar kembali dari urusannya, barulah dia menjelaskan kepada para pedagang budak dan mengembalikan 10 unta mereka. Selama satu tahun kisah kejahilan dari Nu’aiman selalu berhasil membuat Rasul dan para sahabat tertawa mendengarnya.

Dari kisah tersebut, kita mengetahui bahwa Rasulullah adalah orang yang suka bercanda, tidak selalu kaku dan formal. Banyak kisah jenaka lain tentang Rasulullah dan para sahabat namun jarang terekspos. Semoga dengan cerita ini membuat kita sedikit terhibur.

 

Referensi: Islami

SOLOPEDULI.ORG,WONOGIRI- Dinda Listyana Dewi, atau biasa disapa Dinda (9) merupakan siswi kelas 4 SD N 2 Mojoreno yang menderita pembengkakan kelenjar di pipi kirinya. Rabu (18/4) kemarin, Solopeduli mengunjungi Dinda di sekolahnya, SD N 2 Mojoreno, Wonogiri. Dinda masih semangat bersekolah walau harus menahan sakit karena penyakit yang dideritanya.

Setelah mengunjungi Dinda di sekolah, Solopeduli mengantarkan Dinda pulang ke rumahnya. Solopeduli juga memberikan bantuan kepada Dinda, berupa peralatan sekolah dan sedikit santunan. Ibunda Dinda, Warni (48) menuturkan, sakit yg diderita putrinya sudah semenjak kelas 1 SD dan sudah dilakukan pemeriksaan lebih dari lima kali. “Dari hasil (pemeriksaan), katanya harus dioperasi,” imbuh Warni. Penyakit yang diderita Dinda juga mengakibatkan perkembangan Dinda berbeda dari teman-temannya. Ayah Dinda, Sarto yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan tidak mampu membiayai operasi Dinda, bahkan untuk mengurus BPJS keluarga Dinda tidak mampu menanggungnya.

Bagi anda yang juga ingin berdonasi, kami siap menjembatani.

Kirimkan donasi anda kepada kami

BCA 153 019 4261 (an Yay Solopeduli)

Konfirmasi 0857 2681 8000

(siska/snw)

Thursday, 19 April 2018 13:59

Keutamaan Menjalin Silaturahmi

 

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

SOLOPEDULI.ORG - Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, yang mana membutuhkan bantuan orang lain dan tak dapat hidup sendiri. Oleh karena itulah, bersosialisasi dengan orang lain, baik tetangga  teman maupun saudara merupakan sebuah hal yang lumrah. Begitu banyak manfaat yang kita dapatkan dari bersilaturahmi, seperti halnya bertukar informasi, hingga saling bantu membantu. Rasulullah pun juga mencontohkan kita untuk bersilaturahmi. Berikut keutamaan menjalin silaturahmi:

 

1. Pertanggungjawaban Iman kepada Allah SWT

Seorang yang beriman, tentunya memiliki pemikiran yang lebih terbuka dalam menjalin relasi. Baik relasi kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang beriman, pastilah mampu menjalin hubungan silaturahmi dengan sesamanya. Karena silaturahmi merupakan tanda bahwa seorang itu adalah orang yang beriman.

Bukannya beriman, namun enggan bertegur sapa dengan tetangganya, menghindari berkumpul dengan orang-orang yang beriman. Orang yang menjaga silaturahmi adalah salah satu bukti bahwa orang tersebut adalah orang yang beriman.

 

 2. Dipanjangkan Umurnya dan Diluaskan Rezekinya

Bagi orang yang suka bersilaturahmi, maka akan dilancarkan rezekinya. Seperti halnya ketika kita berkunjung ke rumah saudara, kita mendapatkan bingkisan, walau kita tidak meminta. Atau, ketika kita sedang bertemu dengan kawan kita, tiba-tiba saja kawan kita memberikan informasi yang sedang kita butuhkan. Rezeki memang sudah diatur oleh Allah, namun sebagai manusia kita tak tahu kapan, di mana, dan bagaimana rezeki itu datang. Dan, silaturahmi menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan rezeki tersebut.

 

“Barangsiapa yang senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim)

 

3. Didekatkan dengan Surga

“Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Menjalin silaturahmi disandingkan dengan menunaikan zakat dan mendirikan salat. Menjalin silaturhami juga dapat membuat kita dekat dan dimudahkan jalan kita menuju surga. Sebaik-baiknya umat adalah umat yang saling menjaga saudaranya, maka Allah akan menjaganya dan memasukkannya ke surga.

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim)

 

4. Kelebihan Bersedekah untuk Keluarga Sendiri

Mengunjungi sanak saudara, membawakan mereka oleh-oleh menjadi salah satu contoh sederhana bersilaturahmi sembari bersedekah dan penuh berkah. Terlebih yang kita beri sedekah adalah keluarga kita sendiri. Bersedekah kepada keluarga lebih diutamakan, untuk menghindari riya’.

 

 “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi.” (HR Tirmidzi)

 

Meskipun silaturahmi memiliki banyak keutamaan tidak sedikit orang yang meninggalkannya. Menyepelekan bersilaturahmi bukanlah hal yang baik. Meskipun orang yang kita kunjungi berbuat zhalim, melakukan atau memiliki sifat sombong, kita harus tetap menjalin tali silaturahmi yang baik sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut,“sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan) mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu.” (HR Ahmad)

Demikianlah itu adalah keutamaan mengapa kita harus menjalin silaturahmi. Mengunjungi saudara tak harus setiap hari, namun alangkah baiknya kita tetap menjaga komunikasi dengan sanak saudara kita demi kebaikan diri kita sendiri, maupun orang di sekeliling kita.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Dalam Islam

Save

Solo peduli News