solopeduli

solopeduli

Thursday, 27 September 2018 14:28

Menumbuhkan Kesabaran dengan Kisah Ibrahim as

Menumbuhkan Kesabaran dengan Kisah Ibrahim as - Ketaatan sangat membutuhkan kesabaran. Karena ketika datang, kadang perintah Allah swt. bertentangan dan tidak sesuai dengan keinginan kita. Untuk dapat melaksanakannya, kita perlu mengalahkan segala keinginan kita.

 

Makna Sabar

Secara bahasa, sabar bermakna menahan diri. Sedangkan secara syariat, sabar adalah menahan diri dari hal yang tidak diridhai Allah swt., sehingga melaksanakan hal yang diridhai Allah swt. Oleh karena itu, sabar diperlukan dalam melaksanakan setiap perintah Allah swt.

Dalam peperangan, Allah swt. berfirman:

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Baqarah: 249].

Dalam melaksanakan shalat, Allah swt. berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” [Thaha: 132].

Dalam beramal kebaikan, Allah swt. berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

“Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” [Al-Qashash: 80].

Dari ayat-ayat di atas, dan masih banyak lainnya, kita memahami bahwa sabar bukanlah sembarang sifat dan sembarang akhlak. Sabar sangat penting, walaupun untuk mewujudkannya memerlukan kekuatan yang sangat besar. Oleh karena itu, hanya pahala kesabaran yang kelak tidak Allah swt. hitung-hitung ketika diberikan kepada hamba-Nya.

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [Az-Zumar: 10].

Karena hanya dengan kesabaran, segala ketaatan kepada Allah swt. bisa dilaksanakan. Shalat, tilawatul Qur’an, membayar zakat, dan sebagainya hanya bisa dilakukan oleh orang yang sabar. Tanpa kesabaran, tidak ada ketaatan yang bisa dilakukan.

Kesabaran Nabi Ibrahim as.

Nabi Ibrahim as. adalah orang yang sangat penyabar. Kesabaran tersebut dapat dilihat dari banyak sekali musibah dan ujian kehidupan yang menimpanya.

  • Mulai dari dimusuhi keluarga dan kaumnya, padahal semua orang ingin dicintai orang terdekatnya.
  • berhijrah ke tempat yang sangat jauh, padahal semua orang ingin berada dekat dengan orang yang dicintainya.
  • memiliki keturunan setelah berumur sangat tua, padahal semua orang ini mempunyai banyak keturunan, dan ketika mereka masih muda dan kuat.
  • harus membuang keluarganya, tidak ada orang normal yang akan rela membuang anaknya, bahkan kebanyakan orang memanjakan anaknya.
  • dan harus membunuh puteranya, padahal orang tua rela mengorbankan jiwanya demi keselamatan buah hatinya.

Semua ini adalah ujian. Hal-hal yang bertolak-belakang dengan keinginan jiwa semua manusia. Tanpa menahan diri, dari hal yang tidak diridhai Allah swt., tidak dihadapi dengan kesabaran, ujian-ujian itu tidak akan mungkin bisa dilalui dengan selamat.

Marilah kita lihat dengan seksama kesabaran beliau dalam melaksanakan perintah Allah swt. yang sangat berat.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. [Ash-Shaafat: 102].

 

Kalimat “إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ”

Kaliamat ini mempunyai pelajarann yang sangat banyak, di antaranya:

  • Betapa sabar Ibrahim as. dalam melaksanakan perintah Allah swt. walaupun hanya berupa isyarat, bukan perintah yang lugas untuk berkurban. Tapi karena keimanan dan kepasrahannya kepada Allah swt., beliau melaksanakan. Beliau tidak ragu, bertanya, apalagi menolak.
  • Ibrahim as. tidak melaksanakan perintah ini dengan perasaan terpaksa, kecewa, dan gundah. Beliau melaksanakannya dengan penuh ketenangan dan ketabahan. Itu terlihat dari cara beliau berkata kepada anaknya. Datar-datar saja, tidak emosional. Ini adalah kata-kata orang yang sangat menguasai emosinya, tenang dalam menghadapi sesuatu, dan yakin bahwa dia sedang melaksanakan perintah Allah swt.
  • Dalam melaksanakan perintah, Ibrahim as. tidak melakukannya saat Ismail as. lengah, atau tidur. Tapi bahkan sempat membincangkannya dengan Ismail as. seperti hal biasa saja. Dalam benak mereka, ini memang hal biasa; ”Allah swt. berkehendak, dan kehendak-Nya harus terlaksana.” Sederhana. Perbincangan ini bukan untuk memberi Ismail as. kesempatan mengelak, tapi supaya penyembelihan itu bagi Ismail as. juga merupakan ketaatan, bukan keterpaksaan. Ibrahim as. ingin anaknya juga merasakan rasa manisnya ketaatan dan kepasrahan.

 

Kalimat ” يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ”

Kalimat ini menunjukkan bahwa Ismail as. menerima perintah itu tidak hanya dengan ketaatan dan kepasrahan, tapi juga dengan kerelaan dan keyakinan:

  • Kata ” يَا أَبَتِ”, dalam kondisi seperti ini, Ismail as. masih sadar, dan tetap hormat kepada ayahnya.
  • Kata ” افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ” menunjukkan bahwa mimpi adalah isyarat, dan isyarat adalah perintah. Orang yang taat memahami isyarat sebagai perintah.
  • Kata ” سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ” sikap yang penuh adab kepada Allah swt. Ismail as. tidak menganggap bahwa ini adalah berkat keberaniannya, tapi berkat hidayah dan taufiq Allah swt.

Demikianlah, beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim as. Kita pun bisa mengusahakannya. Letak sabar adalah hati. Hati manusia bukan milik manusia. Kadang manusia bersedih tanpa diinginkannya. Kadang manusia ingin bersemangat dalam bekerja, tapi tiba-tiba kendur. Hati adalah milik Allah swt. Allah swt. lah yang berkuasa membolak-balikkan hati sekehendak-Nya. Kalau demikian, ketika ingin sabar, yang bisa dilakukan manusia adalah mensuasanakan hatinya sehingga sabar itu hadir dalam hati. Bagaimana caranya?

Kalau kita cinta kepada Allah swt., kita akan melaksanakan semua yang diinginkan-Nya. Kalau kita takut kepada neraka Allah swt., kita akan melakukan apa saja yang dapat melindungi diri kita dari siksaannya. Kalau kita yakin kematian pasti akan datang sewaktu-waktu, kita tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan mencari bekal untuk perjalanan akhirat. Kalau kita mengakui banyaknya nikmat-nikmat dari Allah swt. yang kita rasakan, kita akan malu dengan ibadah-ibadah kita yang sedikit dan compang-camping

Semoga kita semua bisa meneladaninya, sehingga semua hukum Allah swt. dapat kita laksanakan dengan penuh ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan



Sumber : dakwatuna

Thursday, 27 September 2018 14:06

Ambulan Gratis SOLOPEDULI Antar Jenazah ke Tuban

SOLOPEDULI.ORG, TUBAN - Ambulan SOLOPEDULI mengantarkan jenazah Sutrisno (67) dari Bonoloyo Mojosongo Surakarta menuju Jalan Poros Krajan, Sugihwaras, Parengan Kabupaten Tuban Jawa Timur. Almarhum Sutrisno meninggal karena sakit jantung. Merupakan tukang sapu makam Bonoloyo Mojosongo Surakarta yang meninggal di Bonoloyo. Jenazah Sutrisno diantarkan ke kampung halaman pada 23/9. Ambulan SOLOPEDULI berangkat dari Bonoloyo pukul 19.30 dan sampai Tuban pukul 23.00 WIB.

Salah satu warga Bonoloyo menyampaikan bahwa dahulu almarhum adalah seorang penarik becak di wilayah sekitar makam Bonoloyo. Almarhum Sutrisno hanya mempunyai satu anak yang telah lulus kuliah di Unisbri.

Salah satu driver ambulan SOLOPEDULI, Kirman menyampaikan Keluarga dan tetangga almarhum sangat berterimakasih kepada SOLOPEDULI yang telah membantu memulangkan jenazah Sutrisno. _”Saya sangat senang bisa membantu melayani mengantarkan jenazah Sutrisno, niat saya untuk ibadah dan bisa membantu sesama. Kemarin warga Bonoloyo kebingungan mencari ambulan karena tidak ada yg bisa melayani, Alhamdulillah ambulan SOLOPEDULI bisa melayani dengan lancar sampai tujuan,” terang Kirman kepada tim media SOLOPEDULI pada 24/9.

Direktur Fundraising SOLOPEDULI, Tri Waluyo menyampaikan kebutuhan masyarakat terhadap layanan ambulan sangat tinggi, baik itu masyarakat umum yang membutuhkan dan lebih khusus masyarakat Dhuafa yang kebingungan mencari ambulan karena keterbatasan dana. ”Salah satu yang menjadi fokus kami adalah pelayanan ambulan gratis kepada masyarakat Dhuafa. Dana zakat, infaq dan sedekah yang dititipkan melalui SOLOPEDULI disalurkan untuk membantu kaum Dhuafa baik itu pada unit layanan sosial, unit pendidikan, unit ekonomi, dan unit kesehatan baik di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Barat maupun di luar Jawa Tengah seperti di Lombok untuk bantuan logistik dan recoveri paska bencana gempa,” jelas Tri Waluyo kepada tim media SOLOPEDULI.

SOLOPEDULI.ORG, SUKOHARJO -  Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) SOLOPEDULI mengadakan studi komparatif ke LKP Putra Perwira Kartasura Sukoharjo, Senin (24/9). LKP Putra Perwira adalah lembaga kursus yang mendapat akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional. LKP Putra Perwira memiliki beberapa program kursus seperti Komputer, Menjahit, Otomotif dan Stir mobil.

Imam Yuwono selaku direktur LKP Putra Perwira menyambut baik kedatangan SOLOPEDULI. SOLOPEDULI berdiskusi tentang kelembagaan selama kurang lebih 4 jam, terutama persoalan akreditasi program. Bapak dua anak ini juga menjabat sebagai ketua APMI (Asosiasi Pelatihan Mengemudi Indonesia) DPD Jawa Tengah. Beliau menyayangkan banyaknya jasa pelatihan ilegal, khususnya yang ada di Sukoharjo. “Di Sukoharjo sekarang sudah banyak jasa pelatihan mengemudi, namun yang resmi (berizin) masih sedikit, dari yang sedikit itu hanya sebagian kecil yang sudah terakreditasi. meski demikian mereka berani menggunakan nama LKP, LKP hanya untuk mencari peserta,” tutur Imam kepada SOLOPEDULI.

Imam menambahkan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 62 menyatakan bahwa setiap pendidikan formal dan nonformal wajib memperoleh izin pemerintah atau pemerintah daerah. Sanksi yang dikenakan berupa pidana 10 tahun atau denda paling banyak 1 milyar rupiah. Imam mengapresiasi LKP SOLOPEDULI yang mau belajar tentang legal formal lembaga dan mengurus izin sesuai peraturan yang berlaku.

Direktur program SOLOPEDULI, Wahyu Wahnuri menyampaikan permasalahan kaum Dhuafa harus segera mendapat solusi, salah satu solusinya dengan memberikan kursus dan pelatihan kerja. ”LKP SOLOPEDULI ini merupakan program rutin untuk menciptakan kerja dan memandirikan kaum Dhuafa. Salah satu wujud nyata masyarakat untuk memberikan solusi bagi permasalahan kaum Dhuafa dengan menunaikan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) melalui SOLOPEDULI, penyaluran dana ZIS dilakukan dengan proses surve ke para penerima manfaat, ini kami lakukan agar dana ZIS yang dititipkan para donatur dan masyarakat disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan dan yang berhak menerima,” jelas Wahyu kepada tim media SOLOPEDULI pada 25 /9.

Thursday, 27 September 2018 10:22

SMP N 1 Musuk Galang Dana Bagi Lombok

SOLOPEDULI.ORG, BOYOLALI - SMP Negeri 1 Musuk Boyolali melakukan penggalangan dana bagi para korban bencana di Lombok. Penggalangan dana dilakukan di SMP Negeri Musuk 1 di Jalan Pemuda No 1A Musuk Boyolali. Penggalangan dana dilakukan ke seluruh komponen Sekolah, yakni ke para siswa, guru dan karyawan sekolah pada 7/9 dan 14/9.

Kepala Sekolah Jono Trimanto menyampaikan pihaknya ikut prihatin dan empati terhadap musibah yang melanda Lombok. “Semoga dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan dengan baik, dan warga yang terkena bencana di Lombok diberikan kesabaran dalam menjalani musibah. Khusus bagi para pelajar yang terkena bencana di Lombok semoga tetap semangat dalam menuntut ilmu,” terang Jono kepada SOLOPEDULI pada 26/9.

Kepala SOLOPEDULI area Boyolali, Kusnanto menyampaikan pihaknya masih terus menggalang dana bagi bencana Lombok. ”Recoveri paska bencana memerlukan biaya yang sangat besar, bagi para donatur yang ingin membantu mereka bisa menitipkan zakat dan infaknya melalui SOLOPEDULI di Jalan Merbabu No 35 Boyolali. _”Zakat dari para donatur dan masyarakat, salah satunya kami salurkan untuk memulihkan kembali Lombok. Baik untuk kebutuhan logistik harian maupun untuk pembangunan kembali rumah mereka. Keping demi keping zakat dan infak yang kita berikan dan kita kumpulkan insya Allah akan menjelma menjadi rumah hunian sementara yang sangat mereka butuhkan, semoga zakat dan infak yang kita berikan kepada yang berhak berbuah istana di surga kelak,” jelas Kusnanto kepada tim media SOLOPEDULI pada 26/9.

Wednesday, 26 September 2018 14:38

Teladan Semangat dalam Berderma

Teladan Semangat dalam Berderma - Teladan terbaik bagi kita adalah dari Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Kita akan saksikan bagaimana Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi contoh bagaimana semangat beliau dalam berderma.

Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik dan paling semangat serta yang lebih semangat untuk berderma.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Shofwan bin Umayyah, ia berkata, “Sungguh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberiku sesuatu yang belum pernah kuperoleh. Padahal awalnya beliau adalah orang yang paling kubenci. Beliau terus berderma untukku sehingga beliau lah saat ini yang paling kucintai.” (HR. Ibnu Hibban, shahih).

Ibnu Syihab berkata bahwa pada saat perang Hunain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan Shofwan 100 hewan ternak, kemudian beliau memberinya 100 dan menambah 100 lagi. Juga disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi Shofwan unta dan hewan ternak sepenuh lembah, lantas Shofwan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada orang yang sebaik ini melainkan dia adalah seorang Nabi.”

Dari Jabir, ia berkata, “Tidaklah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam diminta sesuatu lalu beliau menjawab, “Tidak.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada Jabir, “Seandainya datang padaku harta, melainkan aku akan memberimu seukuran dua telapak tangan penuh seperti ini (beliau menyebutkan tiga kali). Beliau berkata, “Yaitu dengan dua telapak tangan semuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits riwayat Muslim diperlihatkan bagaimanakah semangat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berderma. Jika ada yang meminta sesuatu, pasti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memberinya. Maka ketika itu ada seseorang yang menghadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memberinya kambing yang ada di antara dua bukit. Lantas orang yang telah memperoleh kambing tadi kembali ke kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku, masuklah Islam. Karena Muhammad kalau memberi sesuatu, ia sama sekali tidak khawatir akan jatuh miskin.”

Ibnu Rajab dalam Lathoif Al Ma’arif mengatakan, “Demikianlah kedermawanan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semuanya beliau lakukan ikhlas karena Allah dan ingin mengharapkan ridho-Nya. Beliau sedekahkan hartanya, bisa jadi kepada orang fakir, orang yang butuh, atau beliau infakkan di jalan Allah, atau beliau memberi untuk membuat hati orang lain tertarik pada Islam. Beliau mengeluarkan sedekah-sedekah tadi dan lebih mengutamakan dari diri beliau sendiri, padahal beliau sendiri butuh. Sampai-sampai jika kita perhatikan bagaimana keadaan dapur beliau, satu atau dua bulan kadang tidak terdapat nyala api. Suatu waktu pula beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menahan lapar dengan mengikat batu pada perutnya.” Lihatlah bagaimana kedermawanan beliau yang luar biasa meskipun dalam keadaan hidup yang pas-pasan? Bagaimana lagi dengan kita yang diberi keluasan harta?!

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.” (Zaadul Ma’ad, 2/25)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar melakukan kebaikan. Kedermawanan (kebaikan) yang beliau lakukan lebih lagi di bulan Ramadhan yaitu ketika Jibril ‘alaihis salam menemui beliau. Jibril ‘alaihis salam datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur’an) hingga Al Qur’an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila Jibril ‘alaihi salam datang menemuinya, tatkala itu beliau adalah orang yang lebih cepat dalam kebaikan dari angin yang berhembus.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan banyak berderma seperti melalui memberi makan berbuka dan sedekah sunnah dibarengi dengan berpuasa, itulah jalan menuju surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi, hasan). Para ulama memisalkan, “Shalat malam itu mengantarkan kepada separuh jalan menuju kerajaan kebahagiaan. Puasa itu mengantarkan pada depan pintunya. Sedangkan sedekah memasukkan ia pada pintu bahagia.”

Hikmah lain dari bersedekah disebutkan oleh Ibnu Rajab. Beliau rahimahullah mengatakan dalam Lathoif, “Dalam puasa pastilah ada celah atau kekurangan. … Sedekah itulah yang menutupi atau menambal kekurangan yang ada.”

Semoga dengan motivasi kisah di atas semakin membuat kita gemar berderma dan beramal sholeh. Ingatlah sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sedekah tidak mungkin mengurangi harta.” (HR. Muslim). Wallahu waliyyut taufiq.

 

Sumber : rumaysho

Save

Solo peduli News