Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.

Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang tidak punya apa-apa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..?

Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?

Yah,…hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,…baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah. Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali

Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.

Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas.

Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.

Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.

Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang.

Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.

Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasululah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.

Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.

Assalamu’alaikum warahmatullah, sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu’alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.

Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak. Rasulullah melanjutkan, Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya.

Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata. Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.

Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak. Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat.

Sumber:kabarmuslim

Friday, 09 February 2018 14:43

Ibu Dengan Satu Mata

Ibuku hanya memiliki satu mata. Ketika aku tumbuh dewasa, aku membencinya karena hal itu. Aku benci perhatian tak diundang yang aku dapatkan ketika berada di sekolah. Aku benci bagaimana anak-anak lain menatapnya dan memalingkan muka dengan jijik. Ibuku bekerja dengan dua pekerjaan untuk menafkahi keluarga, tetapi aku justru malu dengan keadaannya dan tidak ingin terlihat sedang bersamanya.

Setiap kali ibuku datang untuk mengunjungiku di sekolah, rasanya aku ingin dia menghilang. Aku merasakan gelombang kebencian terhadap wanita yang membuatku menjadi bahan tertawaan sekolah. Pada suatu waktu, ketika aku ingin meluapkan kemarahan ekstrim, aku bahkan pernah mengatakan kepada ibuku bahwa ingin dia mati. Aku benar-benar tidak peduli tentang perasaannya.

Setelah aku tumbuh dewasa, aku melakukan apapun sekuat tenaga untuk menjauhkan diri dari ibuku. Aku belajar dengan keras dan mendapat pekerjaan di luar negeri, jadi aku tidak akan bertemu dengannya. Aku menikah dan mulai membesarkan keluargaku sendiri. Aku sibuk dengan pekerjaan dan keluarga, demi menyediakan kehidupan yang nyaman untuk anak-anakku tercinta. Aku bahkan tidak memikirkan ibuku lagi.

Namun tidak disangka, ibuku datang untuk mengunjungi rumahku pada suatu hari. Wajah bermata satunya membuat anak-anak saya takut, dan mereka mulai menangis. Aku marah pada ibuku karena muncul mendadak dan saya melarang dia masuk. Kemudian aku berkata : “Jangan pernah kembali ke rumah saya dan kehidupan keluarga baru saya..!”. Aku berteriak, tapi ibu saya hanya diam dan meminta maaf, lalu pergi tanpa mampu berkata-kata lagi.

Pada suatu ketika, sebuah undangan untuk reuni sekolah tinggi membawa aku kembali ke kampung halaman setelah puluhan tahun lamanya. Aku tidak bisa menolak berkendara melewati rumah masa kecilku dan mampir ke gubuk tua tersebut. Tetangga saya mengatakan kepadaku bahwa ibuku sudah meninggal dan meninggalkan surat untukku.

 

“Anakku sayang

Ibu harus memulai surat ini dengan meminta maaf karena telah mengunjungi rumahmu tanpa pemberitahuan dan menakuti anak-anakmu yang cantik. Ibu juga sangat menyesal karena ibu adalah wanita yang memalukan dan sumber penghinaan bagimu, ketika kamu masih kecil sampai tumbuh dewasa.

Ibu sudah mengetahui bahwa kamu pasti akan datang kembali ke kota ini untuk reuni sekolah. Ibu mungkin tidak lagi berada di tempat ini ketika nanti kamu datang, dan ibu pikir itu adalah waktu yang  tepat untuk memberitahumu sebuah insiden yang terjadi ketika kamu masih kecil. 

Tahukah kamu, anakku sayang? Kamu mengalami sebuah kecelakaan dan kehilangan satu mata. Ibu sangat terpukul karena terus memikirkan bagaimana nasib anakku apabila anak ibu tercinta tumbuh hanya dengan satu mata. Ibu ingin kamu dapat melihat dunia yang indah dengan sempurna, jadi ibu memberikan padamu sebelah mata ibu.

Anakku sayang, ibu selalu memilikimu dan akan selalu mencintaimu dari lubuk hati ibu yang terdalam. Ibu tidak pernah menyesali keputusan ibu untuk memberikan mata ibu. Dan ibu merasa tenang ketika ibu mampu memberikan kamu kemampuan untuk menikmati hidup yang lengkap.

Dari : Ibumu tersayang.”

 

Setelah membaca surat dari ibu, air mataku menetes. Aku sangat menyesal. Diriku selalu menyalahkan diriku sendiri, mengapa dulu aku tidak pernah sedikitpun bersikap baik pada ibu. Aku bahkan tega menghilangkan dirinya dari kehidupanku, padahal ibu selalu ada untuk membantuku.

 

Pesan Moral :

Jangan pernah anda menyakiti perasaan orang tua. Karena anda tidak pernah tahu apa saja yang telah dilakukan oleh orang tua anda sehingga anda bisa menjadi seperti sekarang. Dan anda tidak akan pernah tahu kapan orang yang anda sayangi akan meninggalkan anda untuk selama-lamanya.

 

Sumber : aqeelainfo

Wednesday, 31 January 2018 13:43

Panjang Tangan dan Sedekah

Dalam suatu riwayat Aisyah pernah berkisah, bahwa suatu waktu setelah kematian Nabi SAW, para istrinya berkumpul pada suatu rumah salah satu diantaranya. Lalu mereka mengukur tangan-tangan mereka di tembok untuk mencari tangan mana yang terpanjang. Aktivitas ini sering dilakukan mereka, sampai meninggalnya Zainab binti Jahsy.

Apa sebab hal ini dilakukan oleh para istri Nabi SAW? Ternyata, suatu waktu Rasulullah SAW pernah bersabda seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim, "Bahwa yang paling cepat menyusul diriku dari kalian (istri-istriku) adalah yang paling pajang tangannya."
Yang paling cepat menyusul Rasulullah SAW adalah Zainab binti Jahsy. Sementara Zainab memiliki tangan yang pendek dan bukan yang terpanjang bila dibandingkan dengan istri Nabi SAW lainnya.

Mengapa Zainab? Menurut Aisyah dinukil dari hadits yang sama, karena Zainab bekerja dengan tangannya sendiri dan selalu bersedekah. Bahkan pada suatu riwayat yang dikeluarkan oleh ath-Thbarani dalam al-Ausath disebutkan bahwa Zainab radhiallhu 'anha merajut pakaian kemudian memberikannya kepada pasukan Nabi SAW. Para pasukan Nabi SAW menjahit serta memanfaatkannya pada saat peperangan.

Akhirnya para istri Nabi SAW pun mengetahui maksud Nabi SAW mengenai apa yang disebutnya dengan "panjang tangan", yakni suka bersedekah. Dan Zainab-lah ang dimaksud dalam hadits tersebut.

Sumber : kisahinspirasi.com

Wednesday, 17 January 2018 15:47

Umar bin Khattab dan penggembala kambing

Khalifah Umar bin Khattab merupakan sosok pemimpin setelah meninggalnya Rasulullah Muhammad SAW yang sangat disegani. Ini karena Umar terkenal sangat teguh menjaga amanah dan tidak mau menyimpang. 


Kala itu, Umar sedang mengadakan perjalanan ke suatu tempat. di tengah perjalanan, dia bertemu dengan seorang anak penggembala kambing.

Anak ini hidup sebatang kara karena kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Dia pun hidup mengandalkan upah yang diperolehnya dengan menggembala kambing.

Melihat si anak itu, Umar kemudian ingin menguji apakah anak ini dapat bersikap jujur dan amanah. Maka, didekatilah si anak ini.

"Banyak sekali kambing yang kau pelihara. Semuanya bagus dan gemuk-gemuk. Juallah kepadaku barang satu ekor saja," kata Khalifah Umar kepada si anak gembala.

"Saya bukan pemilik kambing-kambing ini. Saya hanya menggembalakan kambing-kambing ini dan memungut upah darinya," kata anak gembala.

"Katakan saja kepada majikanmu, salah satu kambingnya dimakan serigala," ucap Khalifah Umar.

Anak gembala itu terdiam. Sejenak kemudian, dia lalu berkata, "Di mana Allah? Di mana Allah? Jika tuan menyuruh saya berbohong, di mana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah tuan mau menjeruskan saya ke dalam neraka karena telah berbohong?"

Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar menitikkan air mata. Dipeluknya anak gembala itu, lalu dia meminta agar si anak gembala itu mengantarkannya kepada sang majikan.

Setelah bertemu dengan majikan si anak gembala, Khalifah Umar kemudian menawar harga anak itu. Kesepakatan terjadi, dan si anak gembala ini dimerdekakan oleh Khalifah Umar.

Selain itu, Khalifah Umar juga membeli semua kambing yang digembalakan si anak tadi. Kambing-kambing itu kemudian diberikan kepada si anak gembala, dan menjadi hak penuh miliknya, sebagai hadiah atas kejujuran dan amanah si anak tadi.

Betapa kejujuran sangat mahal dijaman maju sekarang ini. Semoga bisa diambil manfaatnya.

Sumber : merdeka 

Friday, 15 December 2017 09:22

Zakat Akhir Tahun

Zakat memang dahsyat. Zakat adalah cerminan iman untuk membersihkan harta dan jiwa dalam rangka wujud syukur kepada Allah Swt. Kewajiban zakat merupakan perintah agama dan amanat Undang-undang untuk mengeluarkan zakat. Mari tunaikan Zakat khir Tahun ke Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi dan terpercaya.

LAZ Solopeduli merupakan LAZ resmi berdasarkan SK Dirjen Bimas Islam Kemenag RI No. 271 Tahun 2016. Dalam pelaksanaannya, Solopeduli menjalin sinergi dengan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) se-Jawa Tengah dalam program Jateng Berzakat dengan tema Zakat Memang Dahsyat. Dengan kita berzakat, akan memberikan kemanfaatan yang dahsyat untuk program nyata seperti klinik gratis, pesantren gratis, SMK gratis, kursus gratis, ambulan gratis, dan program lain yang sesuai dengan asnaf zakat. Semoga kita semua bisa meraih kesucian dan keberkahan dari harta kita di tahun ini dengan mengeluarkan ZAKAT AKHIR TAHUN yang special bersama Solopeduli.

Kalkulator Zakat

Kalkulator zakat dapat membantu Anda dalam menghitung seberapa besar zakat yang Anda keluarkan dari harta, profesi, dan usaha Anda. Panduan hitung zakat online bisa Anda buka di www.solopeduli.org/kalkulator-zakat atau kami melayani konsultasi tentang zakat di hotline 081329643643. 

kalkulator zakat


Atau bisa juga dilihat panduan kalkulator zakat di link  berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=QNmz6Jp34IY

PROGRAM NYATA ZAKAT AKHIR TAHUN:

1. Klinik Gratis

Pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dhuafa melalui zakat Anda. Klinik gratis menjadi mudah dijangkau dan ramah dalam pelayanannya sampai berkisar 38.177 penerima manfaat. Profil klinik gratis bisa dilihat di link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=YQf6UCMR1JQ

2. Pesantren Gratis

Program Pesantren Gratis merupakan salah satu program penyaluran zakat untuk anak-anak yatim dan dhuafa usia SD-SMP. Dengan total penerima manfaat sebanyak 369 jiwa. Lihat profil :

https://www.youtube.com/watch?v=ntXTpn-UY-4

3. SMK Gratis

SMK Gratis hadir untuk anak yatim dhuafa sejak tahun 2009. Gratis 100% semua biaya pendidikan, seragam, buku, dan asrama. Raihan prestasi gemilang di bidang akademik dan agama di setiap tahunnya. Peringkat 5 UN (Ujian Nasional) tahun 2017 tingkat SMK Se-Jawa Tengah. Kini total penerima manfaat mencapai 1.566 jiwa. Selengkapnya bisa dilihat melalui link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=6DxKo-lgeew

4. Kursus Gratis

Fasilitas pelatihan gratis juga kami berikan untuk masyarakat dhuafa berupa pelatihan komputer dan stir mobil gratis, dengan harapan dapat membekali para peserta mendapatkan skill yang bermanfaat. Penerima manfaat kursus gratis hingga kini sudah mencapai 794 jiwa. Selengkapnya bisa dilihat melalui link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=E3-yiRjVY9c

5. Ambulan Gratis

Pelayanan ambulan gratis 24 jam merupakan program penyaluran zakat yang mudah dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk pelayanan kesehatan dan layanan pengantaran jenazah. Ambulan gratis Solopeduli berjumlah 6 armada di Jawa Tengah dan 2 armada di Padang dan Aceh. Selama ini sudah sebanyak 12.631 penerima manfaat dari ambulan gratis. Selengkapnya bisa dilihat melalui link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=E3-yiRjVY9c

6. Dan Program Lain Sesuai Asnaf Zakat

Seperti Zakat untuk Pengetasan kemiskinan.

https://www.youtube.com/watch?v=eJvr8eXA92E

 

KEMUDAHAN DONASI ZAKAT:

  1. Datangke Kantor
  2. Zakat via jemput zakat
  3. Transfer & Konfirmasi:
  • Kantor: 0271-638336
  • Hotline: 081 329 643 643
  • WA: 085 726 81 8000
  • BBM: 56ED242F

 

Save

Friday, 24 November 2017 09:56

Miskin yang Sabar Vs Kaya yang Bersyukur

Dalam perjalanan panjang sejarah kehidupan manusia, Allah telah mencipatakan dua tipe manusia, agar dijadikan panutan bagi masyarakat generasi berikutnya.

Allah ciptakan Nabi Ayub sebagai sosok yang dikenal sangat penyabar, di tengah ujian sangat berat yang beliau alami. Terkadang ada orang yang diberi nikmat harta namun tidak memiliki nikmat sehat. Dia tidak bisa menikmati hartanya, karena sakit-sakitan.

Sebaliknya, ada yang diberi nikmat sehat wal-afiyat tapi tidak berharta. Ketika dia menginginkan untuk menikmati banyak hal, namun tidak bisa terwujud. Karena kantongnya tidak cukup untuk menjangkaunya. Yang terjadi pada Nabi Ayub, beliau mendapatkan kedua-duanya. Beliau menderita kemiskinan sangat parah, dan sakit fisik yang juga sangat mengenaskan. Allah sebutkan doa Ayub,

“Ingatlah hamba Kami, Ayub. Ketika dia berdoa memanggil Rabnya, ‘Sesnngguhnya setan menimpakan kemadharatan kepada dengan nusb dan adzab’.” (QS. Shad: 41)

Sebagian ahli tafsir menyebutkan,

Makna nusb     : musibah sakit yang beliau derita

Makna adzab   : musibah yang membersihakn semua harta dan anaknya.

Sebelumnya, Ayub adalah oang soleh yang sangat kaya, hartanya melimpah dan memiliki banyak anak. Allah mengujinya, dengan membalik keadaannya. Hebatnya, datangnya semua ujian itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Semua anaknya diambil berikut hartanya.

Sanak kerabatnya menjauhinya, hingga beliau harus keliling dari satu sampah ke sampah untuk mendapatkan sesuap makanan. Sampai akhirnya beliau sakit parah, tidak ada bagian kulit seluas titik jarum yang sepi dari penyakit. Semua orang menjauhinya, selain satu istrinya yang setia mendampinginya, karena imannya kepada Allah. Semoga Allah meridhai istri Ayub. Menurut catatan Ibnu Katsir, ini terjadi selama 18 tahun. (Tafsir Ibn Katsir, 7/74).

Di sisi lain, Allah ciptakan Nabi Sulaiman sebagai sosok yang dikenal sangat pandai bersyukur, di tengah melimpahnya fasilitas dunia yang beliau miliki. Beliau menjadi raja  yang kekuasaan meliputi alam manusia, jin, dan binatang. Itulah doa beliau yang Allah kabulkan, sehingga beliau menjadi penguasa paling top markotop diantara manusia.

“Sulaiman berdoa, wahai Rabku, berikanlah aku kerajaan yang tidak layak untuk dimiliki oleh seorangpun sesudahku. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 35)

Dua model manusia ini, Allah sandingkan ceritanya dalam surat Shad, antara ayat 30 sampai 44. Dan keduannya, baik Ayub maupun Sulaiman, Allah sebut di akhir cerita,

Dia (Sulaiman dan Ayub) adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia orang yang suka bertaubat.” (QS. Shad: 30 dan 44).

Artinya, baik miskin yang sabar maupun kaya yang bersyukur, di sisi Allah statusnya sama-sama hamba yang baik. Tinggal selanjutnya, siapa yang lebih bertaqwa diantara mereka, itulah yang terbaik. Allah berfirman,

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa.”  (QS. al-Hujurat: 13).

Sumber: pengusahamuslim[dot]com

Monday, 13 November 2017 15:33

Kebahagiaan dalam Rumah Tangga

Imam al-Ghazali dalam bukunya al Durrah al-Fakhirah fi Kashf ‘Ulum al-Akhirah, menjelaskan, kebahagiaan ditafsirkan sebagai penyatuan antara ilmu, amal, rohani dan jasmani. Dimana ilmu-ilmu teori (ilmu mengenal Allah, Malaikat, Kitab, Rasul dan ilmu akidah) dan ilmu praktis (sosial, undang-undang, politik, syariah, ekonomi dan sebagainya) digabungkan akan memberi kebaikan serta kenikmatan kepada hidup manusia, sedangkan rohani dan jasmani senantiasa cendrung kepada kebenaran sehingga bila keempat hal ini digabungkan akan membawa kepada kebahagiaan. Intinya, kebahagiaan itu adalah kebaikan dan kenikmatan hidup manusia yang dilandasi dengan ilmu teori dan praktis dan membuat rohani dan jasmani kita senantiasa cenderung kepada kebenaran yang ujungnya adalah kedekatan kepada Sang Pencipta SWT.

Bila hal ini diaplikasikan dalam kehidupan berumahtangga tentunya akan membawa kepada kebaikan dimana suami dan isteri akan selalu bersikap baik yang akhirnya akan melahirkan rasa tenang dan tentram serta senantiasa dekat kepada Allah SWT.

Kebanyakan ilmuan masa kini beranggapan bahwa kebahagiaan itu sendiri sangat subjektif sifatnya. Senang dan bahagia itu didasarkan pada pengalaman hidup masing-masing. Sehingga yang dapat menentukan seberapa bahagia adalah orang itu sendiri.

Namun jika kita menggunakan parameter Al-Qur’an seperti disebutkan dalam ayat di atas setidaknya tiga parameter ini dapat dijadikan acuan untuk mengukur bahagia tidaknya sebuah keluarga yaitu adanya sakinah (ketenangan), mawaddah (kasih sayang) dan rahmah.

Sahabat, mari kita simak apakah sakinah, mawaddah warohmah itu?

1.Al-Sakinah

Al-Sakinah berasal dari kata bahasa Arab yang bermaksud ketenangan, ketenteraman, kedamaian jiwa yang difahami dengan suasana damai yang melingkupi kehidupan rumahtangga. Ketenangan dan ketentraman inilah yang menjadi salah satu tujuan pernikahan.

Dimana perasaan sakinah itu yaitu perasaan nyaman, cenderung, tentram atau tenang kepada yang dicintai di mana suami isteri yang menjalankan perintah Allah SWT dengan tekun, saling menghormati dan saling toleransi. Dari suasana tenang (al-sakinah) tersebut akan muncul rasa saling mengasihi dan menyayangi (al-mawaddah), sehingga rasa tanggungjawab kedua belah pihak semakin tinggi. Di dalam keluarga sakinah itu pasti akan muncul mawaddah dan rahmah.

2.Al-Mawaddah (Kasih Sayang)

Al-Mawaddah ditafsirkan sebagai perasaan cinta dan kasih sayang. Dimana perasaan mawaddah antara suami isteri ini akan melahirkan keindahan, keikhlasan dan saling hormat menghormati yang akan melahirkan kebahagiaan dalam rumahtangga.

Melalui al-mawaddah, pasangan suami isteri dan ahli keluarga akan mencerminkan sikap lindung melindungi dan tolong menolong serta memahami hak dan kewajiban masing-masing. Sikap al-mawaddah ini akan terpancar tidak hanya sebatas antara suami istri tapi juga meliputi seluruh anggota keluarga dan masyarakat.

3.Al-Rahmah (Belas Kasihan)

Al Rahmah itu sendiri yang mempunyai makna tulus, kasih sayang dan kelembutan. Dari kata-kata tersebut dapat dijelaskan bahwa rahmah berarti ketulusan dan kelembutan jiwa untuk memberikan ampunan, anugerah, karunia, rahmat, dan belas kasih.

Jadi Al-Rahmah itu dimaksudkan dengan perasaan belas kasihan, toleransi, lemah-lembut yang diikuti oleh ketinggian budi pekerti dan akhlak yang mulia. Dengan rasa kasih sayang dan perasaan belas kasihan ini, sebuah keluarga ataupun perkawinan akan bahagia. Kebahagiaan amat mustahil untuk dicapai tanpa adanya rasa belas kasihan antara anggota keluarga.

Sahabat, semoga keluarga kita termasuk keluarga yang memiliki ketiga hal ini yaitu adanya sakinah mawaddah warahmah yang akan membawa kita kepada bahagia di dunia dan akhirat. Amin

Wallahu’alam.

Sumber: ummi-oline[dot]com

Saturday, 11 November 2017 13:27

Zuhudnya Imam An-Nawawi

Ada tiga kisah yang paling berkesan, yang mencerminkan kecerdasan dan kezuhudannya. Al-Imam An-Nawawi, bukanlah orang yang sejak kecil selalu bemalas-malasan. Setiap hari, setiap saat, dia selalu belajar dan belajar, mengulang dan mengulang apa yang dihafalkannya. Bahkan, menginjak remaja dia tidak pernah sengaja meletakkan lambungnya di tempat tidur. Artinya, Al-Imam An-Nawawi tidak pernah menyengaja untuk tidur. Dia selalu tertidur di atas tumpukan buku-bukunya.

SERIUS DALAM BELAJAR

Suatu ketika, bersama Ayahnya, Imam Nawawi bermukim di Madinah. Hari-harinya dilalui dengan belajar dua belas mata pelajaran. Dia belajar hadist, tafsir, nahwu, bahkan ilmu kedokteran. Bayangkan! Dua belas mata pelajaran dalam sehari! Jika satu mata pelajaran saja 50 menit, maka muraja- 'ahnya selama itu juga. Belum ibadahnya. Lantas, kapan dia tidur? Dia tidak pernah tidur, kecuali untuk sesaat.

TIDAK PERNAH MAKAN APEL

Pada waktu itu, di Damaskus sedang populer buah apel. Banyak kebun di sana ditanami buah apel. Selain lezat, buah itu mencerminkan strata sosial menengah ke atas atau kalangan orang mampu, tetapi Imam Nawawi tidak pernah makan bu-ah tersebut. Ada seseorang bertanya kepadanya tentang hal itu, “Mengapa buah selezat ini tidak menarik hatimu?” Ternyata, pada waktu itu di Damaskus ada banyak sekali tanah wakaf. Akan tetapi tanah itu banyak yang hilang. Kebanyakan dari tanah itu ditanami buah apel. Imam Nawawi berkata, “Dari semua buah apel, hanya satu dari sepuluh ribu yang ditanam tidak memakai tanah wakaf,” sehingga Imam Nawawi pun enggan memakan hasil dari tanah wakaf yang hilang.

MENOLAK MENGELUARKAN FATWA DHOLIM

Di Damaskus, pada masa pemerintahan Raja Zahir Bebres, raja menghendaki sebuah fatwa dari para ulama agar dapat menghimpun dana dari rakyat untuk membeli senjata guna menghadapi serangan bangsa Tartar. Seluruh ulama memberikan fatwa tersebut, kecuali satu. Dialah Al-Imam An-Nawawi. Zahir Bebres geram. Dia memerintahkan utusannya untuk menjemput Imam Nawawi. Setelah Imam Nawawi sampai di Istana, ditanyalah dia oleh Raja Zahir Bebres, “Mengapa engkau tidak mau memberikan fatwa untuk mengumpulkan  musuh islam?” Imam Nawawi menjawab, “Ketahuilah, dulu engkau hanyalah budak. Sekarang saya melihatmu memiliki banyak harta, pelayan, tanah dan perkebunan. Jika semua itu telah engkau jual untuk membeli senjata, kemudian habis sedangkan engkau masih memerlukan dana untuk mempersiapkan kaum muslimin, maka saya akan memberikan fatwa itu padamu.” Murkalah Zahir Bebres. Dia memerintahkan kepada pengikutnya agar gaji Imam Nawawi dipotong dan diturunkan dari segala kedudukannya. Ternyata, dikabarkan kepada Raja, Imam Nawawi selama mengajar tidak pernah digaji, dan dia tidak pernah menduduki posisi apapun. Dia bukanlah seorang menteri, hakim, atau apapun. Maka raja pun tersentak. Pengikutnya menyarankan untuk membunuhnya, “Engkau mempunyai kedudukan, tuanku, mengapa Engkau tidak membunuhnya saja?” Tetapi, apa kata raja? “Saya segan kepada ulama yang satu ini.” Lalu pengikutnya menyarankan untuk mengusirnya keluar dari Damaskus. Maka raja pun memerintahkan demikian. Akhirnya Imam Nawawi pergi ke suatu desa bernama Nawa. Dari sanalah dia dikenal sebagai An-Nawawi.

Ketika para ulama mengetahui bahwa Imam Nawawi diusir keluardari Damaskus, mereka berontak kepada raja. “Kami tidak mampu hidup tanpa Imam Nawawi!” Raja pun membalas, “Kembalikan dia ke Damaskus lagi!” Akan tetapi Imam Nawawi menolak kembali ke Damaskus dan berkata, “Demi Allah, saya tidak akan kembali ke Damaskus selama raja Zahir Bebres masih berada di sana.” Sebulan kemudian Imam Nawawi kembali ke Damaskus, karena Allah telah meniadakan Raja Zahir Bebres dari muka bumi.

Sumber: Majalah Al-Arabiy

Saturday, 11 November 2017 10:03

Jangan Melaknatnya karena Minum Khamar

Seburuk apa pun perilaku seseorang, pastilah ia tetap memiliki sisi baik meskipun sedikit. Kalaulah kita bisa mendapatkan kunci kebaikan, tentu lebih baik.

Ada beberapa penjahat menyatroni rumah orang dan menjarah harta bendanya untuk diberikan kepada kaum papa dan anak yatim, atau disumbangkan untuk membangun masjid.

Ada orang yang tidak tahan melihat anak yatim mengerang kelaparan, lalu ia berzina untuk mendapatkan sesuap nasi pengganjal perut mereka.

Tidak sedikit orang yang telah membawa belati untuk membunuh, tetapi rintihan bocah kecil atau wanita meluruhkan niat hatinya. Belati pun ia lemparkan ke tempat yang jauh.

Jadi, perlakukanlah orang sesuai kebaikan yang engkau ketahui, sebelum engkau berburuk sangka pada mereka.

Di antara keluhuran budi Rasulullah saw. adalah memaafkan orang salah dan berbaik sangka pada pendosa.

Jika menghadapi pelaku maksiat, beliau melihat sisi-sisi keimanannya sebelum menelisiki sisi syahwat dan maksiatnya. Beliau tidak berburuk sangka pada siapa pun. Setiap orang beliau perlakukan seperti anak dan saudara. Beliau menghendaki kebaikan buat mereka, seperti beliau kehendaki untuk diri sendiri.

Pada zaman Rasulullah saw., seseorang terbiasa menenggak khamar. Suatu hari ketika mabuk karena minum khamar, ia diseret menghadap Rasulullah saw. Maka, beliau perintahkan orang itu dicambuk.

Beberapa hari kemudian, orang itu minum lagi. Untuk kedua kali ia diseret dan dicambuk lagi.

Beberapa hari kemudian, orang itu diseret karena ketahuan minum lagi. Maka, ia pun dicambuk kembali. Ketika orang itu hendak pulang, salah seorang sahabat berkata, “Semoga Allah melaknatnya, karena ia terlampau sering diseret kemari.”

Rasulullah menoleh ke arah orang itu. Raut wajah beliau berubah. Beliau bersabda padanya, “Ianganlah engkau melaknatnya. Demi Allah, engkau tidak tahu bahwa ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Jadi, jika engkau berinteraksi dengan orang lain, berusahalah untuk bersikap adil. Sebutkan kebaikan yang dimiliki orang itu.

Buat orang itu merasa bahwa keburukan yang dilakukan tidak sampai membuatmu melupakan kebaikannya. Cara seperti ini membuatnya tetap dekat denganmu.

Oleh: Dr. Muhammad Al-Arifi/Nikmati Hidupmu

Thursday, 09 November 2017 13:42

5 Manfaat Rajin Minum Air Putih

Tahukah Anda bahwa 50% lebih tubuh kita ini terdiri dari air? Tanpa adanya air, kita tidak bisa menjaga suhu tubuh normal, melumasi sendi, atau membuang zat yang tidak terpakai dalam tubuh melalui keringat, urin, dan air besar.

Faktanya secara medis, tubuh kita memerlukan air atau cairan yang berguna untuk memproses pencernaan, penyerapan zat atau kandungan makanan untuk energi, sirkulasi darah atau pencernaan dan lainnya, transportasi nutrisi, memproduksi cairan atau air ludah, serta mempertahankan suhu tubuh.

Kita perlu banyak mengonsumsi air agar tubuh tidak dehidrasi atau kekurangan air, yang bisa menyebabkan tubuh lemas, otot lemah dan kram, tidak fokus, meningkatkan risiko kelelahan karena panas, dan bahkan stroke!

Berapa banyak harusnya kita minum air putih? Bukan 8 gelas per hari

Seperti dijelaskan dalam WebMD, umumnya kita sering mendengarkan nasihat atau artikel bahwa kita perlu minum air putih sebanyak 8 gelas air setiap hari, yang setara dengan 1,5 liter. Namun, Institut of Medicine’s Food and Nutrition Board merekomendasikan bahwa wanita sebenarnya memerlukan 2,6 liter air setiap hari dan pria memerlukan sekitar 3,7 liter setiap hari.

Anda bisa mendapatkan cakupan air yang cukup setiap hari dengan meminum air putih dan mengonsumsi cairan seperti sup dan minuman ringan, bersama dengan buah dan sayuran yang mengandung air. Jangan lupa juga, bila Anda berolahraga atau berlari, Anda akan memerlukan air yang lebih banyak, sebelum, saat, dan setelah melakukannya.

Di samping setiap harinya kita memerlukan asupan air putih sesuai yang telah direkomendasikan Institut of Medicine’s Food and Nutrition Board, ada beberapa fakta lain yang perlu Anda ketahui mengapa kita perlu minum banyak air putih, seperti dilansir Kompas.com di bawah ini:

Membangkitkan otot

Sel-sel otot yang tidak memiliki cairan yang cukup tidak akan mampu mempertahankan cairan dan elektrolit, sehingga otot akan kelelahan. Otot tidak akan berfungsi dengan baik dan kemampuannya akan berkurang. Kita juga memerlukan air yang banyak saat berolahraga, menurut American College of Sports Medicine. Beberapa ahli dari kampus tersebut merekomendasikan bahwa kita harus meminum 0,5 liter air, 2 jam sebelum mulai berolahraga.

Menjaga kulit tetap bercahaya

Kulit kita sebenarnya mengandung banyak sekali air, yang berfungsi sebagai benteng untuk mencegah hilangnya cairan tubuh berlebihan. Akan tetapi, jangan harap kalau kelebihan cairan tubuh bisa jadi cara ampuh menghilangkan kerutan dari garis pada kulit.

Mengendalikan kalori

Minum banyak air putih biasanya dilakukan orang yang sedang diet untuk menurunkan berat badan. Meski efeknya tidak langsung, menggunakan air putih sebagai pengganti minuman berkalori tinggi tentu saja akan sangat membantu.

“Program diet akan berhasil jika Anda memilih air atau minuman non-kalori sebagai pengganti minuman berkalori. Lalu, diet dengan makanan kayak cairan yang lebih sehat pun akan membantu Anda memangkas kalori,” tutur peneliti dari University State of Pennsylvania dan juga penulis buku The Volumetrics Weight Control Plan, Barbara Rolls PhD.

Memelihara fungsi ginjal

Cairan tubuh adalah “alat” transportasi sisa atau limbah yang keluar masuk ke dalam sel. Racun utama dalam tubuh adalah nitrogen urea darah, sejenis cairan yang bisa melewati ginjal untuk kemudian diproses dan dikeluarkan dalam bentuk urin. Saat cairan tubuh mencukupi, urin akan mengalir bebas, jernih, dan bebas bau. Ketika cairan tubuh tidak cukup, konsentrasi urine, warna, dan baunya akan lebih kentara karena ginjal harus menyerap cairan ekstra untuk menjalankan fungsinya. Inilah kenapa kalau kita kurang minum air putih, risiko Anda terkena batu ginjal akan meningkat, apalagi pada iklim panas atau hangat.

Mempertahankan fungsi usus yang normal

Bila kita minum air putih yang cukup, makanan yang kita konsumsi bisa dengan lancar melewati saluran pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit. Namun, bila konsumsi air kita tidak cukup, usus akan menyerap cairan dari feses atau tinja untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, sehingga kita akan sulit untuk buang air besar.

Nah, kebayang kan kalau kita jarang minum air putih masalah kesehatan apa saja yang bisa menghampiri kita? Jangan lupa untuk terus minum air putih setiap hari, ya.

Sumber: hellosehat[dot]com

Save

Solo peduli News