Tuesday, 27 March 2018 15:40

Wakaf Tunai, Bolehkah?

SOLOPEDULI.ORG - Wakaf adalah shadaqah yang paling mulia. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi pewakaf, karena wakaf akan terus mengalir, walau sang pewakaf sudah meninggal. Seperti apa yang disampaikan dalam HR. Muslim, “apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.”

Hukum wakaf ialah sunnah, namun ganjaran untuk orang yang berwakaf tidak akan terhenti begitu saja. Terlebih apabila harta yang diwakafkan memberi manfaat dan dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan umat muslim. Seorang yang akan berwakaf, hendaknya ia mengambil dari hartanya yang terbaik, harta yang dapat bertahan lama dan bukan sekali pakai. Banyak yang dicontohkan dalam berwakaf ialah tanah, hal ini dikarenakan tanah wujudnya sudah jelas tidak akan hilang dan berpindah begitu saja. Oleh sebab itu, banyak kaum muslimin yang memilih tanah sebagai harta wakaf mereka.

Namun, selain wakaf yang berwujud barang tetap dan tidak dapat dipindahkan atau ghairu al-manqul, seperti tanah, ada pula yang disebut dengan wakaf berupa barang yang bisa dipindahkan atau al-manqul. Wakaf tunai menjadi salah satu contoh dari wakaf al-manqul, yakni berupa uang tunai. Namun, wakaf tunai masih belum begitu tergaungkan di telinga masyarakat kita. Hal ini terjadi karena wujud dari uang yang dianggap sebagai barang yang dapat habis sekali pakai.

Di sini, umat muslim harus pandai dalam mengilhami sebuat syariat. Kembali lagi ke tujuan wakaf yaitu menahan pokoknya, dan menyebarkan manfaat darinya. Wakaf tunai berupa uang, yang dimaksud bukanlah wujudnya, akan tetapi nilainya, sehingga dapat diganti dengan uang lain yang memiliki nilai yang sama. Sehingga, wakaf tunai masih akan terus berjalan kebermanfaatannya, baik untuk pewakaf maupun kaum muslimin yang menggunakan barang yang diwakafkan.

Di Indonesia sendiri, wakaf tunai sudah diatur dalam Peraturan Menteri Agama No. 4/2009 dan dalam Undang-undang No. 41 tahun 2004, pasal 28 sampai 31, yaitu “wakif dapat mewakafkan benda bergerak berupa uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh Menteri.” Jadi, sudah tak ada keraguan lagi untuk berwakaf secara tunai.

Solopeduli sebagai LAZ tingkat Provinsi, membuka lebar bagi anda yang ingin berwakaf. Salah satu program wakaf kami adalah WAKAF TUNAI SMK GRATIS SOLOPEDULI. Program ini digunakan untuk pembangunan gedung SMK Gratis Solopeduli, dan dimulai tahun 2009. Hingga tahun 2016 sudah terkumpul Rp4.488.596.254, dengan kebutuhan untuk pembangunan sebanyak Rp17 Miliar.

Solopeduli membuka Paket Partisipasi berupa:

  1.  Rp100.000
  2.  Rp5.000.000 (1 meter tanah dan bangunan)
  3.  Rp252.000.000 (1 ruang kelas)

Wakaf dapat ditrasnfer ke No. Rekening BCA 153 019 4261 (a.n. Yay Solopeduli)

Jika ingin berwakaf, namun tidak memiliki harta seperti tanah maupun gedung. Wakaf tunia dapat menjadi solusi bagi anda yang ingin mengamalkan syariat berwakaf.

 

Referensi: Ahmadzain dan Almanhaj

 

Saturday, 24 March 2018 13:07

Membangun Keluarga Dalam Islam

SOLOPEDULI.ORG - “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (QS. Ar-Rum 21)

Manusia diciptakan oleh Allah SWT berpasang-pasangan, seperti yang disampaikan dalam ayat tersebut. Tujuannya adalah untuk meneruskan keturunan, dan membangun keluarga Islam, sehingga umat Islam akan terus regenerasi di dunia ini. Keluarga yang didasari oleh cinta dan kasih sayang dari Allah, pastilah akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.  Dan, yang menjadi awal munculnya sakinah, mawaddah, dan warahmah diawali dari pondasi awal dalam keluarga, yakni Suami atau kepala keluarga, dan tentu para orangtua.

Membangun keluarga yang sesuai dengan syariat islam memang memerlukan usaha keras. Berikut, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membangun keluarga dalam islam :

1. Mengutamakan Ibadah

Ibadah merupakan salah satu unsur yang penting dalam pembentukan sebuah keluarga yang islami. Hal ini dimulai sebelum pernikahan terjadi, yaitu dalam proses memilih calon pasangan, khitbah, hingga berlanjut dalam proses pernikahan. Jikah hal-hal tersebut dilakukan sesuai syariat islam, setiap permasalahan yang dihadapi akan menemukan kemudahan dalan penyelesaiannya.

2. Menginternalisasi Nilai-nilai Islam

Baik suami maupun istri, sama-sama memiliki peran yang penting dalam keluarga, terutama dalam mendidik anak-anak. Hendaknya mereka lebih mampu menyerap nilai-nilai islam ke dalam perilaku maupun sikap mereka, dan mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada anggota keluarga yang lain.

3. Memberi Teladan

Setiap manusia terlahir untuk meniru apa yang ada di sekitarnya, terlebih anak-anak. Setiap anggota keluarga sebaiknya berperilaku seperti apa yang ada dalam nilai-nilai islam. Hal ini sudah menjadi kewajiban, terlebih untuk orangtua. Karena anak akan meniru apa yang orangtua mereka lakukan. Sepatutnya, para orangtua harus mempersiapkan diri mereka untuk ditiru oleh sang anak.

4. Saling Tolong Menolong

Menjadi sebuah kewajiban semua umat untuk saling tolong menolong. Dalam membangun keluarga yang harmonis, rasa saling menolong harus ditumbuhkan dari dalam diri anak. Karena, hal tersebut akan mempengatuhi emosi anak ketika berada di luar rumah. Sehingga, orangtua harus mengajarkan mengenai kepedulian dan saling menolong kepada buah hatinya.

5. Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari

Seorang kepala keluarga memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, terutama pangan, sandang, dan papan. Cara untuk memenuhi kebutuhan itupun harus didapatkan dengan cara yang halal.

6. Menghindari Pengaruh Buruk

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya berpengaruh baik bagi kehidupan, akan tetapi juga membawa pengaruh yang buruk. Anak-anak menjadi yang paling mudah terkena pengaruh tersebut. Oleh karena itu, sebagai orang tua, sangatlah penting untuk selalu mengawasi dan memperhatikan sikap, perilaku buah hatinya. Jangan sampai mereka terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya narkoba, seks bebas, dan lain sebagainya.

7. Memposisikan Diri Dalam Keluarga

Misalnya saja, seorang suami merupakan kepala rumah tangga yang berkewajiban untuk memimpin keluarga dan bertindak sebagai pengambil keputusan. Jadi istri maupun anak-anak harus selalu menghormatinya. Akan tetapi seorang suami juga harus menghormati dan menghargai keberadaan sang istri disampingnya, yaitu dengan mengajaknya bermusyawarah dalam mengambil setiap keputusan.  Begitu juga dengan anak-anak, seorang anak harus selalu menghormati kedua orang tuanya dan mematuhi apa yang mereka perintahkan selama perintah itu benar. Dan orang tua pun harus menghormati, menyayangi, dan mengasihi anak-anak mereka.

8. Menjaga Hubungan Baik dengan Lingkungan

Lingkungan yang baik akan membawa orang di sekitarnya menjadi baik pula. Oleh sebab itu, sebuah keluarga harus menjaga hubungan yang baik dengan lingkungan di sekitarnya. Dengan menjaga tali silaturahmi dengan anggota masyarakat lainnya, dapat membangun nuansa lingkungan yang penuh kehangatan dan sesuai dengan syariat islam.

 

Untuk menjalankan upaya tersebut, tentu tidaklah mudah. Diperlukan niat dan usaha yang maksimal untuk membangun keluarga yang harmonis sesuai dengan ajaran islam.

Selamat berakhir pekan. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: DalamIslam

Friday, 23 March 2018 09:37

Kemuliaan Hari Jumat

SOLOPEDULI.ORG - Bagi umat islam, setiap hari adalah baik. Begitupun dengan Hari Jumat, yang oleh masyarakat Indonesia dipercayai memiliki “keistimewaan”, seperti siapa yang meninggal di Hari Jumat bisa dipastikan khusnul khatimah, dan lain sebagainya. Namun, ini bukan menjadi dasar utama, karena yang berhak untuk menentukan itu semua adalah Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Disebutkan dalam hadist, “sebaik-baik hari adalah Hari Jum’at, pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke surga, pada hari itu dia dikeluarkan dari surga, dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim)

Banyak hadist yang menyebutkan Hari Jumat adalah hari yang istimewa bagi umat muslim. Keisitimewaan Hari Jumat begitu banyak, seperti halnya yang disampaikan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, “Hari Jum’at adalah hari ibadah. Hari ini dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, laksana Bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Waktu mustajab pada hari Jum’at seperti waktu mustajab pada malam lailatul qodar di Bulan Ramadhan.”

Keutamaan Hari Jumat, ialah untuk menuntut umat Islam dalam mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya. Bagaimana seharusnya umat muslim menyambut Hari Jumat agar amalan kita tidak sia-siadan mendapatkan pahala. Berikut beberapa adab yang diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi pada Hari Jumat:

1. Memperbanyak Shalawat Nabi

“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada Hari Jum’at, sesungguhnya tidak seorang pun yang membaca shalawat kepadaku pada hari Jum’at kecuali diperlihatkan kepadaku shalawatnya itu.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

2. Mandi Janabah

“Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim). Adab yang satu ini diwajibkan untuk pria muslim, seperti halnya mandi wajib janabah biasa, pria muslim yang hendak menunaikan shalat Jumat wajib mandi Janabah. Setelahkan disarankan untuk memakai wewangian dan menyegerakan ke masjid.

3. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya, “Barang siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR Imam Hakim)

4. Hari Raya Tiap Pekan

Sebagaimana hari besar Islam setiap tahun, diharapkan Hari Jumat dapat menjadi hari raya umat muslim setiap pekannya. Hari yang disambut dengan suka-cita, dan mempersiapkan diri selayaknya menyambut Hari Raya Islam. Seperti yang disampaikan dalam hadist,  “sesungguhnya hari ini (Jumat) Allah menjadikannya sebagai hari Ied bagi kaum muslimin, maka barangsiapa yang menghadiri shalat Jumat hendaknya mandi, jika ia memiliki wangi-wangian maka hendaknya dia memakainya dan bersiwaklah” (HR. Ibnu Majah)

5. Waktu Mustajabnya Doa

“Pada hari Jumat ada waktu yang mana seorang hamba muslim yang tepat beribadah dan berdoa pada waktu tersebut meminta sesuatu melainkan niscaya Allah akan memberikan permintaannya,” Rasulullah mengisyaratkan dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa waktu tersebut sangat sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada Hari Jumat, dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, karena pada hari tersebutlah muncul banyak kemustajaban doa.

6. Memperbanyak Sedekah

Ibnu Qayyim berkata, “Sedekah di Hari Jumat dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di Bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan – bulan selainnya.” Umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada hari tersebut, karena Allah akan melipatgandakan amal perbuatan baik setiap muslim.

Demikianlah Allah menjadikan Hari Jum’at untuk kaum muslimin dan mengkhususkannya untuk mereka. Dari Abu Hurairah dan Hudzaifah RA, mereka berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah menyesatkan/memalingkan hari Jum’at dari orang-orang sebelum kita, maka untuk orang-orang Yahudi hari Sabtu dan untuk orang Nashara hari Ahad, dengan begitu mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Di atas adalah sedikit dari adab sederhana yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk umat muslim di Hari Jumat. Semoga bermanfaat.

Sumber: Hidayatullah dan DalamIslam

Thursday, 22 March 2018 14:43

Air Di Kehidupan Kita

SOLOPEDULI.ORG - 70% bumi adalah air. 50-70% tubuh adalah air. Air begitu dekat dan lekat dengan kita. Tubuh kita perlu air untuk beraktivitas, pun aktivitas banyak pula yang beriringan dengan air. Selain minum, air juga bermanfaat di berbagai aspek kehidupan, sebut saja pertanian, perkebunan, perindustrian, dan masih banyak lagi. Tanpa air, tubuh mungkin tak sanggup hidup. Maha Besar Allah, melimpahkan air kepada kita, menumpahkannya ke samudra, dan menurunkannya sebagai hujan.

Di Indonesia, air melimpah, laut, sungai, danau, dan berbagai sumber mata air lain. Namun, tahukah bahwa Indonesia baru memanfaatkan 20% sumber daya air. Kementerian PUPR mencatat, total potensi sumber daya air 3.9 triliun meter kubik per tahun, sedangkan Indonesia baru bisa mengelola 691.3 miliar meter kubik [katadata.co.id/berita/2017]. Betapa kayanya air di Indonesia, namun masih saja ada berita kekeringan ketika kemarau panjang.

Selain itu, kebutuhan tubuh manusia yang paling utama salah satunya adalah air. Berbagai organ tubuh manusia memerlukan air untuk melaksanakan tugasnya. Manfaat air, terutama air putih sangat banyak, di antaranya untuk kesehatan, dan juga kecantikan kulit.

Dalam islam, air dijabarkan sebagai zat yang suci dan dapat mensucikan, maka dari itu dalam berbagai kegiatan, seorang muslim dianjurkan untuk mensucikan diri dengan air terlebih dahulu. “Sesungguhnya air itu suci dan menyucikan tidak ada sesuatu yang bisa menajiskannya.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

Di kehidupan dunia ini, Islam membagi air menjadi 3 jenis, yaitu Air Thahur, Air Najis, dan Air Thahir.

  • Air Thahur  (Air Mutlak) 

Adalah  air yang masih berada pada kondisi seperti pertama kali diciptakan Allah, yaitu setiap air yang keluar dari tanah dan turun dari langit. Air inilah yang bisa digunakan untuk bersuci.

  • Air Najis

Yaitu air yang bercampur dengan benda najis dan memberi pengaruh pada salah satu sifatnya, yaitu berubah warna, bau, atau rasanya. Air jenis ini tidak bisa digunakan untuk bersuci.

  • Air Thahir

Yaitu air yang suci namun tidak bisa menyucikan. Seperti air yang bercampur dengan benda suci dan benda tadi mendominasi air. Seperti air teh, air kopi, air sirup, dan sejenisnya. Air ini suci karena bisa diminum, namun tidak bisa dipakai bersuci.

Berikut di atas, adalah sedikit ulasan mengenai air. Dengan mengetahui sebagian kecil ulasan mengenai air, diharapkan kita sebagai manusia dapat memanfaatkan air dengan baik dan bijak. Agar kelestarian lingkungan terjaga, kebutuhan hidup terpenuhi, dan yang terpenting adalah selalu bersyukur dengan apa yang dilimpahkan Allah SWT kepada kita.

Selamat Hari Air Dunia!

 

Referensi: abuubaidillah, katadata

Wednesday, 21 March 2018 15:27

Berpuisi Dalam Islam

Siapa yang tak mengenal puisi?  

Puisi merupakan salah satu ragam karya sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Ketika masa sekolah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, kita akan dikenalkan dengan puisi, lebih-lebih kita akan diperintahkan untuk membuat dan membaca puisi di depan kelas. Puisi dinilai memiliki keindahan tersendiri yang patut untuk diapresiasi. Banyak pula aktivis yang menggunakan puisi sebagai media untuk menyampaikan kritik. Lalu, bagaimana islam memandang puisi itu sendiri?

Jika membicarakan puisi, pastilah muncul kata syair. Syair adalah bentuk puisi lama, kata “syair” sendiri berasal dari Bahasa Arab, “syu’ur” yang berarti perasaan. Dalam perkembangannya, syair juga masuk dalam ruh sastra Melayu, dan berkembang di Indonesia sebagai puisi.

Dapat disimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang menggambarkan perasaan dan pemikiran penulisnya, yang disusun dengan berbagai keterikatan, baik jumlah bait, larik, maupun rima yang dihasilkan dan pada akhirnya menciptakan sebuah keindahan estetika dalam perasaan pembacanya. [tongkronganislami.net]

Dalam ajaran Islam, tidak ada larangan untuk menulis syair, puisi, ataupun sajak. Allah SWT berfirman, “dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah. Dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman.” (QS. Asy-Syu’ara`: 224-227)

Islam tidak melarang seorang muslim untuk berpuisi, baik itu menulis maupun membaca puisi. Hanya saja yang perlu digarisbawahi adalah makna dari puisi yang ditulis atau disampaikan. Karena inti dari keindahan puisi adalah maknanya. Maknya yang terbalut rangkaian ritme dan irama yang dapat menyentuh hati pembacanya. “Sesungguhnya di antara syair itu ada yang merupakan hikmah.” (HR. Al-Bukhari)

“Sesungguhnya perut salah seorang di antara kalian penuh dengan nanah hingga merusak ususnya, itu lebih baik daripada perutnya penuh dengan syair (sajak).” (HR. Al-Bukhari), maksud dari hadist ini adalah untuk memperingatkan kita dalam bersyair, jangan berlebihan dan justru meninggalkan kewajiban sebagai muslim. Karena makna puisi yang baik adalah puisi yang dapat melembutkan hati dan menanamkan perilaku positif pada pembacanya. Berikut adalah salah satu puisi karya KH A. Mustofa Bisri [gusmus.net],

 

GELISAHKU

 

gelisahku adalah gelisah purba

adam yang harus pergi mengembara tanpa diberitahu

kapan akan kembali

bukan sorga benar yang kusesali karena harus kutinggalkan

namun ngungunku mengapa kau tinggalkan

aku sendiri

sesalku karena aku mengabaikan kasihmu yang agung

dan dalam kembaraku di mana kuperoleh lagi kasih

sepersejuta saja kasihmu

jauh darimu semakin mendekatkanku kepadamu

cukup sekali, kekasih

tak lagi,

tak lagi sejenak pun

aku berpaling

biarlah gelisahku jadi dzikirku

 

 

Selamat Hari Puisi Sedunia!

Referensi: Tongkrongan Islami

Tuesday, 20 March 2018 14:41

Dongeng Untuk Kita

Hari ini, Selasa tanggal 20 Maret, tercatat sebagai Hari Dongeng Sedunia. Jagat maya sibuk meramaikan dengan #SelamatHariDongengSedunia melalui kicauan di media sosial twitter. Dongeng merupakan salah satu kegiatan yang tanpa disadari telah menjadi tradisi hidup manusia. Ada begitu banyak judul dongeng yang tersebar di seluruh penjuru dunia, dengan kekhasannya masing-masing. Terlebih mendongeng untuk anak yang diyakini memiliki berjuta manfaat untuk tumbuh kembangnya.  Berikut beberapa manfaat dongeng,

  1. Mendongeng dapat membantu meningkatkan keterampilan anak dalam bicara, terlebih untuk usia bayi hingga balita. Membacakan dongeng untuk bayi dapat merangsang pendengaran, sehingga dapat menambah kosakatanya kelak.
  2. Selain itu, mendongeng juga dapat mengembangkan gaya berbahasa. Sehingga, anak akan lebih memahami struktur bahasa yang baik.
  3. Membaca menjadi salah satu kegiatan yang akhir-akhir ini kurang digemari anak-anak. Dengan mendongengkan si buah hati sejak kecil, dapat meningkatkan minat bacanya. Jangan sampai anak-anak penerus bangsa jadi malas membaca.
  4. Dari peningkatan keterampilan anak di atas, mampu merangsang imajinasi anak, mampu mengembangkan kreativitas dan emosi. Serta mampu mengenal ide-ide baru, juga budaya-budaya baru yang mereka dapatkan dari mendengarkan atau membaca dongeng.
  5. Dan yang paling penting adalah, dengan mendongeng, hubungan orangtua dan anak akan terbangun, sehingga dapat mempererat ikatan emosi dalam keluarga.

Mendongeng adalah kegiatan yang sederhana, bahkan bisa dilakukan oleh siapa saja. Dari muda hingga lanjut usia. Namun, ketika mendongeng, terlebih dongeng untuk anak-anak, kita harus mampu memilah dan menyaring mana dongeng yang sesuai untuk usia anak. Begitu banyak pembelajaran yang bisa didapatkan melalui dongeng, nilai sosial, moral, hingga agama. Jadi, ketika ingin mendongeng yang perlu diperhatikan pertama adalah sampai di mana usia mental anak, memperkirakan mana pesan dongeng yang dapat diterima oleh sang anak. Selain itu, bentuk penyampaiannya juga dapat mempengaruhi keberhasilan, sehingga keekspresifan pendongeng diperlukan.

Usahakan untuk meluangkan setidaknya 10 hingga 15 menit sehari untuk menceritakan sebuah kisah kepada anak. Bisa dilakukan sebelum tidur siang, sebelum tidur pada malam hari, atau jika memiliki waktu luang dan tidak sedang lelah. Terpenting, lakukan dengan senang supaya pesan-pesan yang disampaikan dalam dongeng tersebut dapat dipahami oleh sang anak.

Mari mendongeng, karena dongeng ada untuk kita.

Referensi: ayahbunda.co dan aladokter.org / gambar: google

Monday, 19 March 2018 15:32

Jodoh Untukmu

 

Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa

─    Akad oleh Payung Teduh

 

Sepotong lirik di atas beberapa waktu lalu sempat menjadi populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya kawula muda. Jagat maya diramaikan berbagai versi dari lagu tersebut, dengan berbagai kreatifitas. Lagu garapan Payung Teduh ini menjadi representasi kaum muda di Indonesia saat ini, yang pacaran bertahun-tahun namun tak kunjung berlabuh ke pelaminan. Imbasnya, lagu ini menjadi senjata ampuh untuk kaum muda untuk bergalau ria masalah jodoh.

Dalam islam, sudah disebutkan bahwa manusia diciptakan berpasangan, sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran, Surat Asy-Syuara ayat 11,“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.”

Resah tak kunjung menemukan pasangan menjadi salah satu kondisi yang pernah dialami oleh kawula muda, terlebih yang sudah berusia matang. Sebagai umat islam, tak perlulah untuk resah dan gelisah, terlebih sampai harus galau, karena Allah telah menjanjikan yang terbaik untuk umatnya yang sudah melakukan yang terbaik. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS An-Nur : 26)

Artinya, wanita yang baik-baik akan mendapatkan laki-laki yang baik, begitupun sebaliknya. Sebaik apa kita, dan bagaimana kita dalam mengusahakan jodoh, menjadi penentu penting bagaimana jodoh kita kelak. Berikut adalah beberapa cara untuk mendekatkan jodoh kita sesuai dengan islam,

1. Memilih Jodoh Atas Dasar Keimanan

Agama adalah tiang dari keluarga. Maka dari itu, dalam mencari jodoh, kita tidak boleh mengesampingkan tiang ini. Harta, ketampanan kecantikan, dan kedudukan sifatnya fana namun keimanan sifatnya membawakan kebahagiaan hingga akhirat. Tentu kita menginginkan jodoh yang dapat membawakan kita selamat kelak di akhirat.

2. Selalu Memperbaiki Diri

Agar bisa mendatangkan jodoh yang terbaik, maka kita harus selalu memperbaiki diri kita. Tidak mungkin seseorang yang baik mau mendapatkan jodoh yang jauh kebaikannya dari dia. Seorang yang shaleh akan selalu mencari pasangan yang shalehah dan begitu sebaliknya. Sehingga, apapun yang terjadi jodoh kita akan selalu berawal dari diri kita. Jodoh yang baik tentu akan datang sesuai dengan kebaikan dan keshalihan diri kita.

3. Berkumpul dan Bergabung Bersama Orang-Orang Shaleh

Urusan jodoh memang urusan Allah, namun sebagai muslim tentu harus mengusahakannya, tidak hanya menerima begitu saja. Pertemuan dengan jodoh kita tidak dapat terduga, tergantung dengan siapa kita berkumpul, dan bagaimana lingkungan di sekitar kita. Jika kita menginginkan jodoh yang shaleh/shalehah dan taat kepada Allah maka kita pun harus bergabung dan berkumpul bersama orang-orang yang shaleh.

4. Berdoa dan Tawakal Kepada Allah

Selain berikhitar, tentu saja berdoa dan tawakal kepada Allah. Karena pada akhirnya Allah yang menentukan siapa jodoh kita setelah kita berusaha. Apabila hanya berikhtiar tanpa diiringi tawakal tentu hanya akan menjadi sebuah kesombongan belaka.

Jadi, tak perlulah kita bergalau ria, “kapan aku bertemu jodohku?” sembari menatap keluar jendela. Berfokus pada sendiri, dan memperbaiki diri dapat menjadi jalan termudah dan aman dalam upaya mencari jodoh.

 

Referensi: DalamIslam

Thursday, 15 March 2018 16:09

Mengisi Akhir Pekan Yang Berkualitas

Akhir pekan menjadi saat yang dinanti-nanti oleh para pekerja dan juga pelajar. Ditambah lagi Sabtu (17/3) merupakan hari libur nasional, bertambahlah satu hari istirahat sejenak dari rutinitas. Akhir pekan menjadi waktu tersendiri yang disediakan untuk para pekerja dan pelajar untuk beristirahat dan menikmati waktu mereka, baik untuk keluarga, teman, atau untuk diri sendiri. Namun, sebagai umat muslim, kita sudah diperingatkan mengenai kenikmatan ini melalui hadist,

 

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari)

 

Kita boleh saja menikmati waktu beristirahat kita dengan baik, tapi jangan sampai kenikmatan tersebut membuat kita terlena hingga lupa akan kewajiban kita sebagai muslim. Jangan membuat diri kita terjebak di rumah dengan bermain gadget saja, menghabiskan akhir pekan dengan bermalas-malasan. Hal tersebut dapat membuat kualitas diri kita, baik sebagai manusia dan umat muslim akan berkurang. Akhir pekan juga tak harus diagendakan untuk berlibur ke tempat yang jauh, atau berwisata, cukup melakukan beberapa hal sederhana dan menghemat biaya. Berikut ini ada beberapa tips untuk anda yang ingin menghabiskan akhir pekan menjadi lebih berkualitas, tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Pertama, adalah kegiatan yang paling sederhana dan dekat dengan kita, yaitu bersih-bersih. Islam sangat menyenangi kebersihan, sudah menjadi kewajiban bagi umat islam untuk selalu menjaga kebersihan. Sebenarnya, bersih-bersih tidak harus menunggu akhir pekan, dan seharusnya wajib dilakukan sehari-hari. Namun, karena kesibukan dan rutinitas yang padat, kegiatan bersih-bersih belum bisa maksimal. Nah, di akhir pekan ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bersih-bersih. Selain itu, kegiatan bersih-bersih juga menyehatkan badan, lebih-lebih bisa melakukan bersama-sama dengan keluarga. Pasti akan sangat menyenangkan.

Kedua, yaitu belajar memasak. Memasak bisa jadi kegiatan yang jarang dilakukan bila anda adalah seorang pekerja kantor dengan rutinitas padat. Akhir pekan bisa digunakan untuk belajar memasak menu-menu yang belum dicoba, atau bisa saja backing atau membuat kue. Lebih-lebih, bisa dilakukan bersama keluarga, atau sanak-saudara. Tentunya, akan lebih bermanfaat. Selain mendapat hidangan masakan sendiri, juga dapat memanfaatkan waktu berkumpul dengan keluarga jadi lebih berkualitas.

Ketiga, berolahraga. Kegiatan yang satu ini bisa jadi aktivitas yang sulit dilakukan oleh beberapa orang, karena porsi kebutuhan olahraga yang berbeda-beda. Berolahraga tidak harus jogging keliling lapangan atau pergi ke tempat kebugaran. Olahraga yang paling sederhana adalah bersih-bersih rumah (kembali ke poin satu). Namun, bagi yang merasa kurang mantap dengan bersih-bersih rumah, bisa saja mengikuti berbagai kelas kebugaran yang sudah marak di sekitar kita. Untuk muslimah, jangan khawatir, karena sudah banyak kelas kebugaran khusus perempuan dan muslimah. Jadi? Masih ada alasan untuk tidak berolahraga?

Keempat, kegiatan ini lebih asyik dan lebih digemari. Apalagi kalau bukan bersilaturahmi ke sanak-saudara, keluarga, atau teman. Sebagai muslim kita wajib menjaga tali silaturhmi dengan saudara-saudara kita, selain itu kita juga dapat bernostalgia.

Kelima, belajar. Belajar tidak harus tekstual, berada di ruangan dengan guru yang berceramah di depan kelas. Melainkan belajar yang lebih santai, seperti berkunjung ke museum, datang ke kajian, pergi ke toko buku atau perpustakaan. Selain menyegarkan pikiran dan hati, tentu saja aktivitas ini dapat menambah wawasan kita.

Terakhir, menulis. Kegiatan yang satu ini mungkin sudah jarang dilakukan, terlebih oleh kebanyakan anak muda milenial. Kegiatan menulis tidak harus menuliskan isu-isu yang berat, seperti politik, ekonomi dan lainnya. Melainkan, menulis apa saja yang sudah dilakukan dalam sepekan, dan apa saja rencana yang akan dilakukan dalam satu pekan ke depan. Kegiatan ini dapat membuat kita merenung tentang apa saja yang telah kita lalui, sehingga kita dapat mengintrospeksi diri.

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: (1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) Waktu sehatmu sebelum tiba waktu sakitmu, (3) Waktu kayamu sebelum datang waktu kefakiranmu, (4) Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, (5) Waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu." (HR. Al- Hakim)

Semoga bermanfaat.

Wednesday, 14 March 2018 13:28

Do'a Yang Mustajab

Kisah kali ini menceritakan tentang seorang budak dari tukang mabuk, yang menolong seorang zuhud, dan kemudian seseorang yang zuhud itu mendoakan apa yang diminta si budak. Apa yang diminta oleh budak itu? Simak kisahnya berikut ini.

Pada suatu hari, ada seorang pemabuk yang mengundang sekelompok sahabatnya. Kemudian si pemabuk memanggil budaknya, lalu ia menyerahkan empat dirham agar membeli buah-buahan untuk teman-temannya tersebut. Di tengah-tengah perjalanan, si pembantu melewati seseorang yang zuhud, yaitu Manshur bin Ammar. Beliau berkata, “barang siapa memberikan empat dirham kepadaku, aku akan mendoakannya sebanyak empat doa.” Si budak itu nampak berpikir, dan kemudian memberikan empat dirham yang diberikan majikannya untuk membeli buah kepada Manshur. Selanjutnya Manshur bertanya, “doa apa yang Anda inginkan?”

Lalu, budak itu menjawab, “pertama, saya mempunyai majikan yang bengis. Saya ingin dapat terlepas darinya. Kedua, saya ingin Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan empat dirham untukku. Ketiga, saya ingin Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubat majikan saya. Keempat, saya ingin Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ampunan untukku. untuk majikanku, untukmu, dan orang-orang yang hadir di sana.” Dan, Manshurpun mendoakannya, seperti yang ia janjikan.

Budak itu berlalu dan kembali kepada majikannya dengan tangan kosong. Sang majikan dengan marah bertanya, “mengapa kamu terlambat dan mana buahnya?” Lantas budak itu menceritakan bahwa ia telah bertemu sang ahli zuhud bernama Manshur dan bagaimana ia telah memberikan empat dirham kepadanya sebagai imbalan empat doa. Maka, amarah sang majikan pun redam. Sang majikan bertanya, “apa yang engkau mohonkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala?”

“Saya mohon untuk diriku agar saya dibebaskan dari perbudakan,” jawab budak itu, lantas majikannya berkata, “sungguh, saya telah memerdekakanmu. Kamu sekarang merdeka karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa doamu yang kedua?” Budak itu kembali menjawab, “saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan empat dirham buatku.”

Sang majikan kembali berkata, “Bagimu empat dirham. Apa doamu yang ketiga?” Budak itu menjawab, “saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima taubatmu.”

Si majikan menundukkan kepalanya, menangis, dan menyingkirkan gelas-gelas arak dengan kedua tangan dan memecahkannya. Lalu ia berkata, “saya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Saya tidak akan mengulanginya lagi selamanya. Lalu apa doamu yang keempat?” Budak itu menjawab, “Saya memohon agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan ampunan untukku, untukmu, dan orang-orang yang hadir di sini.” Sang majikan berkata, “yang ini bukan wewenangku. Ini adalah wewenang Dzat Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Setelah terbebas dari perbudakan majikannya, budak itu pergi meninggalkan sang majikan seorang diri.

Malam harinya, ketika sang majikan tidur, ia mendengar suara yang mengatakan, “engkau telah melakukan apa yang menjadi wewenangmu. Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan ampunan kepadamu, si pelayan, Manshur bin Ammar, dan semua orang-orang yang hadir.”

Sungguh doa seorang yang zuhud untuk orang yang baik dan sabar, adalah doa yang mustajab. Kisah ini menjadikan contoh untuk kita untuk selalu berbuat baik, dan juga selalu berdoa dan mendoakan kebaikan. Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai. (HR. Tirmidzi)

Sumber: Kisah Muslim (dengan sedikit perubahan redaksional)

Monday, 12 March 2018 15:23

Wudhu Dan Berbagai Manfaatnya

Wudhu menjadi ritual suci bagi umat muslim sebelum menegakkan shalat. Namun, bagi Rasulullah, wudhu sudah menjadi kebiasaan, yang tidak hanya dilakukan menjelang shalat saja, melainkan kapapun.

Wudhu berarti membersihkan diri kita. Baik dari kotoran, kuman, dan bakteri yang mengenai tubuh. Juga sudah bukan rahasia lagi, selain mensucikan diri, wudhu juga memiliki berbagai macam manfaat. Baik dari segi kesehatan dan kecantikan. Namun, perlu diingat, niat utama berwudhu adalah untuk membersikan dan mensucikan diri, sedangkan manfaat kesehatan dan kecantikan adalah bonus bagi yang berwudhu.

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya kerena bekas wudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim), dalam hadist tersebut menjadi poin tambahan manfaat berwudhu kelak. Berikut ini adalah beberapa manfaat berwudhu dari berbagai sisi,

  1. Dari segi kesehatan, ada banyak sekali manfaatnya. Seperti terhindar dari penyakit kulit, sakit gigi dan gusi, dan berbagai penyakit lainnya. Hal tersebut dikarenakan, orang yang berwudhu akan secara otomatis terkena air yang mengalir, sehingga kotoran dan bakteri menyebab penyakit tersebut berkurang.
  2. Selain dari sisi kesehatan, ada juga manfaat dari sisi kecantikan. Berwudhu akan memancarkan kecantikan dari dalam atau innerbeauty, mengapa karena berbagai efek positif wudhu akan menunjukkan kecantikan alami seseorang, walaupun tanpa riasan make up tebal.
  3. Selain itu, wudhu juga dapat merenggangkan otot-otot yang tegang, sehingga dapat membuat orang yang berwudhu menjadi lebih rileks, dan terhindar dari stres yang berlebihan.

Sebenarnya ada banyak lagi manfaat dari wudhu, terlebih lagi berwudhu sebelum tidur seperti yang dilaksanakan Rasullulah SAW, “barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar)

Mari selalu berwudhu dan menjaganya. Semoga bermanfaat.

Referensi: akhbarislam & pondokislami

Save

Solo peduli News