Tuesday, 10 July 2018 11:00

Hakikat Cinta Dunia

Written by 

SOLOPEDULI.ORG | Hakikat Cinta Dunia -  Salah satu ciri-ciri penyakit cinta dunia yaitu panjang angan-angan, kedua Hati jadi lalai dari mengingat akhirat sehingga kurang dalam beramal shalih, lalu karena cinta dunia akan menjadikan seseorang kurang mendapatkan kelezatan ketika berdzikir.

Cinta dunia merupakan salah satu penyakit akhir zaman yang dikhawatirkan oleh Rasulallah SAW akan menimpa umatnya. Penyakit ini akan meyebabkan umat Islam menjadi lemah.

Walaupun jumlahnya banyak dan mayoritas, kekuatannya akan seperti buih di lautan, membubung tapi keropos.Besar tapi rapuh. Akibatnya, umat Islam akan menjadi santapan renyah yang diperebutkan oleh musuh, seperti makanan di atas meja yang diperebutkan anjing.

Kondisi tersebut digambarkan Nabi SAW: "Hampir tiba masa di mana kalian diperebutkan sebagaimana sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya. Seorang sahabat bertanya: Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulallah? Rasulullah bersabda: Tidak. Bahkan saat itu jumlah kalian sangat banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kalian tertimpa penyakit wahn.

Sahabat bertanya: Apakah penyakit wanitu, ya Rasulallah? Beliau menjawab: Penyakit wanitu adalah cinta dunia dan takut mati. (HR Abu Daud).

Cinta dunia tidak terkait langsung dengan mencari, memiliki, dan menggunakannya, tapi terkait dengan cara menyimpannya. Mencari, memiliki, dan menggunakan dunia tidak dilarang, bahkan dianjurkan. Asalkan dunia yang dicari dan dimiliki tidak dipakai untuk merusak, tapi memperbaiki (kemaslahatan) (QS al-Qashash [28]: 77).

Cinta dunia lebih terkait dengan cara menyimpannya.

Secara simbolik ada tiga cara menyimpan dunia, yaitu di tangan, di bawah kaki, dan di dalam hati. Menyimpan dunia di tangan dan di bawah kaki tidak berbahaya karena tidak akan melahirkan cinta dunia. Namun, menyimpannya di dalam hati sangat berbahaya karena cara demikian termasuk cinta dunia.

Orang yang menyimpan dunia di tangan menganggap bahwa dunia yang berada digenggamannya bukan miliknya, tapi hanya titipan Allah SWT. Oleh karena itu, ia tidak akan menahannya jika harus dilepas dan tidak akan melepasnya jika harus ditahan. Ada dan tidak adanya dunia di tangan tidak memengaruhi kehidupannya.

Anggapan yang sama ada pada orang yang menyimpan dunia di bawah kakinya. Dunia dianggap tidak lebih mulia dari dirinya, sehingga diinjaknya. Dunia tidak dibiarkan mengatur dirinya, tapi ia yang mengaturnya. Baginya, dunia hanya sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan tujuan. Oleh karena itu, keberadaan dunia tidak banyak memengaruhi kehidupannya.

Adapun orang yang menyimpan dunia di dalam hati meyakini bahwa dunia yang ada digenggamannya semua miliknya, bukan titipan Allah SWT. Akibatnya, dunia sangat memengaruhi kehidupannya. Kebahagiaan dan kesedihannya sangat ditentukan oleh ada dan tidak adanya dunia. Dunia yang hilang, tapi hati yang sakit. Inilah hakikat cinta dunia.

Bibit-bibit cinta dunia yang dikhawatirkan oleh Nabi SAW mulai terlihat pada zaman Khulafa ar-Rasyidin, ketika pembendaharaan dunia terbuka bersamaan dengan meluasnya kekuasaan kaum Muslimin.

Kekhawatiran tersebut diekspresikan pada doa Khalifah Umar bin Khattab: "Ya, Allah jadikanlah dunia dalam genggaman kami, jangan jadikan dunia di dalam hati-hati kami".

Lalu bagaimana agar tidak terjangkit penyakit cinta dunia?

1.Marilah kita belajar agama, luangkan waktu walau sesibuk apa pun untuk mendalami ilmu Islam.
2.Harus yakin dunia itu hina dan yakin dunia itu akan fana dibanding akhirat yang kekal abadi.
3.Qana’ah (nerimo) dengan yang sedikit, apa saja yang Allah beri.
4.Mendahulukan ridha Allah daripada hawa nafsu, keluarga dan kepentingan dunia.
5.Sabar dan haraplah kenikmatan yang begitu banyak di surga.

Wallahu a'lam.

Semoga bermanfaat

 

Referensi : Islampos, Khazanah

Save

Solo peduli News