Wednesday, 02 May 2018 12:59

Potret Pendidikan di Negeri Kita

Written by 

SOLOPEDULI.ORG - Setiap warga Indonesia berhak atas pendidikan, seperti yang tercantum dalam tujuan Negara di Pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan data statistik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tahun ajaran 2016/2017 masih terdapat 36.418 siswa SMA, dan 72.744 siswa SMK yang putus sekolah dengan berbagai alasan. Belum lagi jumlah siswa tingkat SD dan SMP yang putus sekolah mencapai lebih dari 77.000 siswa. Mungkin data yang didapat belum mencakup semua, masih banyak anak-anak Indonesia yang harus berjuang keras untuk memperoleh pendidikan. Berharap mampu mengubah nasib mereka.

 

Perjuang pendidikan di Indonesia sendiri sudah dimulai sejak Indonesia belum merdeka. Mulai dari R.A. Kartini hingga Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, serta tokoh-tokoh lain yang berjuang demi pendidikan di Indonesia dengan cara mereka masing-masing. Banyak generasi muda kita yang tinggal di daerah yang jauh dari pusat kita harus menempuh jarak yang jauh, melewati medan yang sulit, untuk menuntut ilmu. Tak perlu jauh-jauh hingga ke pelosok, di sekeliling kita masih banyak anak-anak yang tidak bersekolah, bisa karena tidak mampu atau memang karena tidak mau.

 

Setiap orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam Islam, setiap muslim wajib untuk belajar, entah itu ilmu agamamaupun ilmu pengetahuan lain yang bermanfaat. Bahkan pendidikan tidak hanya didapatkan dari pendidikan formal melainkan juga pendidikan dari keluargalah yang utama. Sebagai orangtua wajib mendidik anak kita sesuai dengan syariat islam, “semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau majusi.” (HR. Bukhari)

 

Pendidikan yang paling dasar ialah dari keluarga, setelahnya memilih pendidikan formal yang baik menjadi tugas orang tua, dalam berupaya ikut membangun generasi yang lebih baik lagi. SMK Gratis Solopeduli merupakan bentuk perwujudan Solopeduli untuk ikut berperan serta dalam mewujudkan tujuan bangsa, yakni mencerdaskan. Selain itu, SMK Gratis Solopeduli juga menggunakan basis keislaman, mengajarkan siswa-siswinya untuk menjunjung tinggi syariat islam. Sekolah ini dikhususkan untuk kaum dhuafa yang berkeinginan untuk melanjutkan sekolah, dan tidak ada pungutan biaya sepersenpun.

 

Untuk pengembangan bangunan SMK Gratis Solopeduli, kami membuka wakaf. Bagi anda yang ingin berdonasi dapat menghubungi kontak kami.

 

Laz Provinsi Solopeduli

Jl. Lempongsari Timur II 46A, Gajahmungkur, Kota Semarang

☎ 0857 2681 8000

www.solopeduli.org

 

 

 

 

Save

Save

Solo peduli News