Friday, 13 April 2018 15:40

Isra Miraj: Awal Perintah Shalat Lima Waktu (2)

Written by 

SOLOPEDULI.ORG - Muhammad’s Night Journey to Heaven, begitu kiranya istilah kerennya dari Miraj. Digambarkan Rasulullah menuju langit yang dihiasi taburan bintang, bulan dan planet, seperti halnya wisata angkasa. Namun, Rasulullah pergi bukan untuk berwisata, akan tetapi sebuah tugas spiritual untuk bertemu Sang Pencipta, Allah SWT. Ada tujuh lapisan kangit yang harus dilewati oleh Rasulullah malam itu.

Pada lapisan pertama, Rasulullah bertemu dengan Nabi Adam dan saling menyapa. Nabi Adampun menetapkan nubuwah kepada Rasulullah. Di lapisan pertama ini juga, Allah juga memperlihatkan dua sisi yang berbeda. Di sisi kanan adalah roh-roh orang yang mati syahid, dan roh-roh orang uang sengsara ada di sisi kiri. Kemudian, Rasulullah naik lagi menuju lapisan langit kedua, dan bertemu Nabi Isa dan Nabi Yahya. Rasulullah memberi salam dan dibalas oleh kedua nabi dengan menetapkan nubuwah Rasulullah.

Rasulullah  kembali naik ke lapisan langit ketiga dan bertemu dengan Nabi Yusuf yang dikenal karena ketampanannya. Rasulullah memberi salam dan dibalas Nabi Yusuf dengan menetapkan nubuwah kepada Rasulullah. Di lapisan langit keempat, Rasulullah bertemu dengan Nabi Idris. Mereka saling memberi salam, dan Nabi Idris juga menetapkan nubuwah.

Berlanjut, Rasulullah naik ke lapisan langit berikutnya, dan bertemu dengan Nabi Harun, dan menetapkan nubuwah Rasulullah. Di langit ke enam, Rasulullah bertemu dengan Nabi Musa dan saling memberi salam. Nabi Musa pun turut menetapkan nubuwah Rasulullah.  Ketika Rasulullah hendak melanjutkan perjalanannya, Nabi Musa menangis. “Aku menangis karena ada seorang pemuda yang diutus sesudahku, yang masuk surga bersama umatnya dan lebih banyak daripada umatku,” tutur Nabi Musa.

Rasulullah melanjutkan perjalanannya ke lapisan langit ke tujuh dan bertemu dengan Nabi Ibrahim, saling mengucap salam dan menetapkan nubuwah Rasulullah. Dan, sampailah Rasulullah di Sidratul Muntaha, kemudian dibawa naik ke Al Baitul Ma’mur. Kemudian dibawa naik menghadap Allah SWT, hingga Rasulullah hanya berjarak sepanjang dua ujung busur. Kemudian, Allah mewahyukan  kepada Rasulullah yakni shalat sebanyak lima puluh kali. Rasulullah menerima wahyu itu, dan kemudian turun ke lapisan langit bawahnya.

Hingga sampailah Rasulullah di lapisan langit ke enam dan bertemu kembali dengan Nabi Musa. Nabi Musa bertanya apa yang diperintahkan Allah kepada Rasulullah, “shalat lima puluh kali,” jawab Rasulullah. “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Kembalilah menemui Rabb-mu dan mintalah keringanan kepada-Nya bagi umatmu,” kata Nabi Musa. Rasulullah pun kembali menghadap Allah, dan  jumlah shalat dikurangi sepuluh.

Rasulullah kembali turun dan menyampaikan kepada Musa tentang keringanan salat. Namun, Nabi Musa kembali menyarankan untuk kembali meminta keringanan, membuat Rasulullah mondar-mandir bertemu Nabi Musa dan Allah SWT, hingga akhirnya jumlah shalat menjadi lima. Dan, Rasulullah berkata, “aku sudah malu kepada Rabb-ku. Aku sudah ridha dan bisa menerimanya.” Begitulah, kisah di balik jumlah shalat dalam sehari.


Lanjut ke bagian ke tiga.

Save

Solo peduli News